PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tetap optimistis dalam mengelola bisnisnya meskipun menghadapi periode suku bunga tinggi.

Manajemen meyakini situasi ini tidak akan berdampak buruk signifikan pada sektor bisnis utama.

>>> Meta Perluas Fitur AI Baru di Facebook Feed, Pencarian, dan Stories

Minat investor luar negeri yang kuat menjadi pendorong utama pemasaran lahan industri emiten ini. Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini berada di angka 5,5%.

Manajemen menegaskan bahwa tingginya suku bunga belum menjadi penghalang berarti bagi investasi di area industri milik perusahaan.

VP of Investor Relations & Corporate Communications SSIA, Erlin Budiman, menyatakan bahwa sebagian besar calon penyewa lahan berasal dari luar negeri.

"Namun tenant yang masuk mungkin akan lebih terbatas, terutama yang terkait sektor konsumer, karena kekhawatiran pelemahan konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya suku bunga," ujarnya.

Lini bisnis akomodasi bintang tiga milik perusahaan, BATIQA, berpotensi mengalami sedikit tekanan akibat fluktuasi suku bunga dan pelemahan daya beli.

Namun kontribusi pendapatan dari sektor ini tergolong kecil terhadap total pemasukan perseroan.

Sebaliknya, pelemahan nilai tukar rupiah dipandang dapat memberikan keuntungan tambahan melalui selisih kurs dan meningkatnya daya tarik bagi pelancong internasional.

"Rupiah melemah juga bisa menjadi peluang akibat kenaikan selisih kurs," ungkap Erlin.

Lonjakan Penjualan Lahan Industri

Melalui anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya (SCS), perusahaan mencatatkan tren positif pada awal tahun. Penjualan lahan industri mencapai 8,2 hektare dengan nilai Rp 169,1 miliar.

>>> Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall Bali Gelar Rangkaian Kuta Kuta

Hasil ini diperoleh dari kawasan Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan sepanjang triwulan pertama.