Reksadana Pasar Uang Tetap Menarik di Tengah Suku Bunga Tinggi
Reksadana pasar uang diproyeksi masih tetap menarik di tengah tren suku bunga tinggi.
Data Infovesta secara year to date per Mei 2026 mencatat return reksadana pasar uang mencapai 1,60%.
>>> Prodia Digital Indonesia Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang di Aplikasi U by Prodia
Sementara itu, return reksadana pendapatan tetap tercatat -0,62%, reksadana campuran -8,71%, dan reksadana saham -17,66%.
Kinerja positif ini didukung lingkungan suku bunga yang relatif tinggi.
Prospek dan Strategi Pengelolaan
Senior Vice President Head of Retail, Product Research & Distribution HPAM, Reza Fahmi Riawan, mengatakan reksadana pasar uang masih memiliki prospek menarik.
Kondisi suku bunga tinggi mendukung imbal hasil instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek.
“Di tengah ketidakpastian pasar saham maupun obligasi, reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan defensif untuk menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio,” ujar Reza.
Chief Investment Officer - Fixed Income MAMI, Ezra Nazula, menambahkan prospek reksadana pasar uang akan tetap solid.
Imbal hasilnya sangat terkait dengan tingkat bunga aset dasar seperti deposito dan surat utang berjatuh tempo kurang dari satu tahun.
“Peran manajer investasi meramu keseimbangan aset deposito dan surat utang jangka pendek sangat krusial untuk mengoptimalkan hasil,” terang Ezra.
Menurut Ezra, reksadana pasar uang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan imbal hasil dengan risiko rendah, terutama untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Namun, investor perlu memperhatikan arah kebijakan bank sentral, inflasi, nilai tukar, dan likuiditas perbankan.
“Strategi yang relevan adalah memanfaatkan imbal hasil saat ini sambil mulai mempertimbangkan diversifikasi bertahap ke instrumen tenor lebih panjang,” imbuh Ezra.
Reza menambahkan, reksadana pasar uang dapat menjadi instrumen penempatan dana jangka pendek maupun dana sementara.
Update Terbaru
5SOS Tambah Jadwal Konser di Indonesia Arena 6 Desember
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
Tesla Buka Pusat Pengalaman ke-5 di India, Hadir di Hyderabad
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
Mayoritas Pelaku Pasar Proyeksikan BI Rate Naik ke 5,75 Persen
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang Jalin Kerja Sama Konservasi Laut
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
Prospek Kinerja ANTM Kuartal III-2026 Diprediksi Solid, Emas dan Nikel Jadi Penopang
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
Cek Fakta: The Simpsons Tidak Prediksi Final Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 19:28 WIB
Yield SBN Tenor 10 Tahun Turun ke Level 6,9 Persen
Rabu / 17-06-2026, 19:25 WIB
Kinerja ANTM Kuartal III-2026 Diproyeksi Solid, Emas dan Nikel Jadi Pendorong
Rabu / 17-06-2026, 19:25 WIB
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri: Rukun dan Sunnah
Rabu / 17-06-2026, 19:24 WIB
Kebakaran Hanguskan Tujuh Kios di Pasar Tulikup Gianyar
Rabu / 17-06-2026, 19:24 WIB
Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun
Rabu / 17-06-2026, 19:24 WIB
IHSG dan Rupiah Melemah Jelang Agenda Krusial Pasar Keuangan
Rabu / 17-06-2026, 19:24 WIB
PT Diastika Biotekindo Tbk Siapkan Rp 15 Miliar untuk Buyback Saham
Rabu / 17-06-2026, 19:24 WIB
IHSG dan Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Penting Pekan Ini
Rabu / 17-06-2026, 19:20 WIB






