Mayoritas pelaku pasar memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026.

Langkah ini dinilai perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

>>> BXSea Oceanarium dan YO-GYO Aquarium Jepang Jalin Kerja Sama Konservasi Laut

Berdasarkan jajak pendapat CNBC Indonesia terhadap 14 institusi, delapan lembaga memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Sementara itu, enam institusi lainnya memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level 5,50 persen.

Tekanan terhadap rupiah sempat membuat mata uang Garuda menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di Rp18.170 per dolar AS pada 8 Juni 2026.

Namun, rupiah kemudian menguat ke Rp17.730 per dolar AS pada 17 Juni 2026.

Pandangan Ekonom: Ada yang Pro dan Kontra

Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menilai kenaikan mendadak pada awal Juni sudah cukup untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Ia memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di 5,50 persen pada RDG Juni 2026.

Sebaliknya, Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang, berpendapat ruang kenaikan masih terbuka lebar.

>>> Prospek Kinerja ANTM Kuartal III-2026 Diprediksi Solid, Emas dan Nikel Jadi Penopang

Ia memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5,75 persen pada 18 Juni mendatang.

Menurut Hosianna, langkah pengetatan lebih aman untuk mengendalikan harga barang impor akibat pelemahan nilai tukar. "Kita mending BI Rate naik dibanding rupiah ancur," ujarnya.

Pelaku pasar juga mengantisipasi langkah protektif lanjutan dari bank sentral. "Market udah expect.

Takutnya kalau nggak naik lagi, rupiahnya kena lagi," ujar Surya Wijaksana dari UOB Kay-Hian.

Dampak pada Industri Pembiayaan

Kebijakan pengetatan moneter langsung direspons oleh sektor industri pembiayaan yang mengandalkan pendanaan perbankan.

Direktur Keuangan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance), Cincin Lisa, menjelaskan bahwa kenaikan BI rate hingga 75 bps dalam waktu berdekatan mengubah kalkulasi pendanaan perusahaan leasing.

>>> Cek Fakta: The Simpsons Tidak Prediksi Final Piala Dunia 2026

Dampaknya terlihat dari meningkatnya biaya dana (cost of fund) serta dorongan untuk memperluas sumber pendanaan. Hal ini disampaikan Cincin Lisa kepada Kontan.