Survei Litbang Kompas: Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Memburuk
Hasil Survei Litbang Kompas yang dirilis pada April 2026 menunjukkan mayoritas responden menilai kondisi perekonomian Indonesia sedang memburuk.
Sebanyak 47,3 persen responden mengkategorikan ekonomi nasional saat ini buruk, bahkan 8,9 persen di antaranya menyebut sangat buruk.
>>> Gerai Samsat Buka di PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Sambil Rekreasi
Sementara itu, hanya sekitar 37,5 persen masyarakat yang memandang kondisi perekonomian domestik masih dalam koridor baik.
Penurunan Pendapatan dan Daya Beli
Penurunan ini juga tercermin dari tingkat pendapatan masyarakat yang belum menunjukkan kenaikan signifikan.
Data survei mencatat 39,7 persen responden mengaku upah mereka stagnan, sementara 30,5 persen lainnya mengalami penurunan pendapatan akibat perlambatan usaha.
Hanya 5,9 persen masyarakat yang merasakan kenaikan gaji, dan 6,4 persen menikmati pertumbuhan pemasukan dari sektor usaha mandiri.
Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik A. memaparkan bahwa secara akumulatif sekitar 56 persen responden menilai perekonomian nasional saat ini buruk.
"Bahkan, jika disandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya justru kian memburuk," kata dia.
Pada survei Januari 2026, jumlah responden yang mengeluhkan kondisi buruk baru mencapai 46 persen, namun melonjak hingga 10 persen dalam tiga bulan berikutnya.
Indikasi kemerosotan ini terlihat dari pergeseran kurva pendapatan riil yang dirasakan langsung oleh responden.
Pada awal tahun, masyarakat yang mengeluhkan penurunan penghasilan berada di angka 25 persen, terdiri dari dampak PHK sebesar 2,4 persen dan kelesuan usaha 23,2 persen.
Angka ini membengkak menjadi 32,5 persen pada survei April, dengan hampir 2 persen akibat PHK dan sisanya karena dunia usaha yang sepi.
Dampak Kenaikan Harga Transportasi dan Energi
Update Terbaru
CEO Take-Two Kembali Buka Suara soal Lama Pengembangan GTA 6
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Haier Luncurkan TV HQLED P7 Pro Series dengan Google TV dan Gemini AI di India
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Portugal vs RD Kongo: Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
MNC Digital Rilis Panduan Streaming Sinetron Terikat Janji Tanpa Buffering
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
AtlasGo dan Sun Motor Mitsubishi Hadirkan Platform AI DealerView untuk Penjualan Mobil
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Indodana Finance Sediakan PayLater di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Timnas Inggris Hadapi Kroasia di Laga Perdana Grup L Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:00 WIB
Sinetron Jejak Duka Diandra Episode 142: Sidang Dimulai, Kecelakaan Hambat Adiputra
Rabu / 17-06-2026, 21:00 WIB
BEM Unair Desak Pembatalan Program Makan Bergizi Gratis di Grahadi
Rabu / 17-06-2026, 20:59 WIB
Kemenhub Lanjutkan Pembahasan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
Penyebab Doa Salat Tahajud Belum Dikabulkan Menurut Hadits
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
OJK Terbitkan Kebijakan Khusus untuk Sektor PVML Jaga Stabilitas Keuangan
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
Saham Papan Akselerasi Melonjak 12,71%, Ungguli Papan Utama dan Pengembangan
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
OJK Beri Kebijakan Khusus untuk Sektor PVML, Longgarkan Kepemilikan Asing
Rabu / 17-06-2026, 20:54 WIB






