Indeks saham papan akselerasi mencatatkan lonjakan performa sebesar 12,71% secara year to date hingga perdagangan Rabu (17/6).

Pencapaian tersebut melampaui kinerja saham papan utama dan papan pengembangan yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 27,43% dan 30,26%.

>>> OJK Beri Kebijakan Khusus untuk Sektor PVML, Longgarkan Kepemilikan Asing

Data Statistik Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa para pemodal mulai mencari alternatif investasi di luar saham berkapitalisasi besar yang sedang tertekan.

Karakteristik dan Risiko Papan Akselerasi

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengingatkan bahwa saham di papan ini memiliki likuiditas lebih rendah serta volatilitas tinggi.

Ia menyarankan alokasi portofolio dibatasi antara 5 hingga 20 persen tergantung profil risiko investor, serta memprioritaskan emiten dengan pertumbuhan fundamental yang konsisten.

"Untuk saham papan akselerasi, saya agak berhati-hati dalam memberikan target harga karena likuiditas dan volatilitasnya relatif tinggi sehingga pergerakan harga sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental," kata Elandry.

>>> OJK Targetkan Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 50 Persen

Penilaian senada disampaikan oleh Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, yang menyatakan bahwa instrumen ini menawarkan potensi imbal hasil tinggi namun diiringi risiko besar.

Sukarno merekomendasikan pembelian saham PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) dengan target harga Rp220 per saham karena didukung konsistensi dividen yield di atas 10% serta valuasi yang menarik.

Sementara itu, Praktisi Pasar Modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto, melihat pergerakan teknikal dan peningkatan volume transaksi sebagai acuan utama trading.

>>> IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Evaluasi MSCI Juni 2026

Secara teknikal, sejumlah saham dinilai layak dicermati seperti PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG), PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), dan PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL) dengan target harga bervariasi.