Kemampuan tawon dalam mengenali wajah manusia belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang mengira serangga ini bisa mengingat pengganggu sarangnya dan menyerang balik di kemudian hari.

Fenomena itu mendapat tanggapan ilmiah dari pakar serangga Departemen Biologi FMIPA IPB University, Prof Tri Atmowidi.

>>> Manchester United Siap Lepas Manuel Ugarte ke AC Milan

Ia menjelaskan bahwa kemampuan tersebut telah dibuktikan melalui penelitian, meski hanya pada spesies tertentu.

Riset dari University of Michigan yang dipimpin Tibbets menunjukkan tawon kertas (Polistes fuscatus) memiliki kemampuan mengenali sesama koloni.

Proses kognitif dan sistem saraf yang kompleks terlibat langsung dalam kemampuan visual ini.

“Pengenalan wajah pada tawon dilakukan secara visual melalui mata yang memiliki sel-sel reseptor khusus.

Berbeda dengan manusia, tawon mampu melihat warna ultraviolet (UV), biru, dan hijau, tetapi tidak dapat melihat warna merah,” ujar Prof Tri.

Menurutnya, sel-sel saraf khusus pada otak tawon berperan penting dalam memproses visual tersebut. Kemampuan inilah yang memungkinkan mereka mengenali karakteristik wajah manusia.

“Pada spesies ini terdapat beberapa individu betina calon ratu yang saling bersaing untuk menjadi ratu koloni. Karena itu, mereka membutuhkan kemampuan mengenali individu lain dalam kelompoknya.

Kemampuan pengenalan wajah berkembang sebagai bagian dari kebutuhan sosial tersebut,” jelasnya.

Karakteristik ini tidak ditemukan pada semua jenis tawon. Sejauh ini, bukti ilmiah terkuat baru didokumentasikan pada tawon kertas yang memiliki struktur sosial koloni sangat kompleks.

>>> Asus Luncurkan Zephyrus Duo 2026, Laptop Gaming Layar Ganda dengan AI

Jenis tawon soliter atau yang tingkat sosialnya lebih rendah tidak menunjukkan kemampuan serupa. Hal ini karena mereka tidak memiliki kebutuhan biologis untuk mengenali individu lain secara detail.