Mantan bintang film dewasa Mia Khalifa melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan visa Amerika Serikat. Hal ini menyusul kendala administrasi yang dialami ibu dari kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha.

Melalui media sosial X, Khalifa menilai kasus tersebut membuktikan bahwa otoritas AS sebenarnya mampu mempercepat proses birokrasi jika ada kemauan.

>>> SKK Migas dan PHR Zona 4 Buka Beasiswa Hulu Migas 2026

Ia menyoroti kebijakan visa yang dianggap memberatkan perwakilan negara berkembang.

Vozinha, penjaga gawang veteran berusia 40 tahun, menjadi sorotan setelah performa gemilangnya membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol di fase grup.

Keberhasilan itu memicu perayaan besar di negara kepulauan Afrika Barat tersebut.

Namun, di tengah kegembiraan, Vozinha mengungkapkan bahwa ibunya, Ana Candida Evora, belum bisa hadir langsung di stadion. Proses pengurusan visa ke AS menjadi penghambat utama.

>>> Erling Haaland Pakai Nama Ibu di Jersey saat Debut Piala Dunia 2026

Masalah ini menambah rentetan kasus serupa selama turnamen. Sejumlah suporter dan ofisial dari berbagai negara dilaporkan menghadapi penundaan atau penolakan visa.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan sedang berkoordinasi dengan otoritas Tanjung Verde. Mereka mengklaim tidak menemukan riwayat permohonan visa atas nama Ana Candida Evora sebelumnya.

Pemerintah AS menegaskan komitmennya membantu merampungkan dokumen yang diperlukan. Keluarga pemain Piala Dunia berhak mendapatkan dispensasi dari kebijakan jaminan visa.

Hambatan utama ibu Vozinha disebut berasal dari dokumen perjalanan dan paspor yang belum lengkap. Jika berkas selesai tepat waktu, Ana Candida Evora berpeluang menonton langsung aksi putranya.

>>> Saddil Ramdani dan Marc Klok Belajar Taktik dari Piala Dunia 2026

Tanjung Verde dijadwalkan berhadapan dengan Uruguay di laga berikutnya yang berlangsung di Miami.