Kucing dan manusia telah hidup bersama selama sekitar 10.000 tahun.

Namun, menurut anthrozoologist Inggris John Bradshaw dari University of Bristol, setelah ribuan tahun itu, kucing domestik Anda tidak memberikan status khusus apa pun dalam dunia mentalnya.

>>> Maxime Pellegrini Targetkan Main di Liga Basket Amerika EYBL

Anda bukan bos, bukan pemimpin—dan tentu bukan 'tuan'. Bahkan bukan teman dalam arti 'manusia'.

Bagi kucing Anda, Anda hanyalah... sesama yang akrab, penyedia makanan, dan mungkin sedikit kikuk.

Ini bukan berarti gestur kucing—seperti menggosokkan kepala ke pergelangan kaki Anda—adalah pernyataan cinta seperti yang kita pahami.

Tidak, ini adalah kode sosial feline murni, yang diterapkan sama seperti dalam koloni kucing.

Mengapa Kucing Memilih Satu Orang?

Kucing memiliki reputasi mandiri, bahkan kadang acuh tak acuh.

Namun, banyak rumah tangga di seluruh dunia mengamati fenomena aneh: beberapa kucing mengembangkan ikatan khusus dengan hanya satu orang di rumah.

Mereka tidur di dekatnya, mengikutinya dari satu ruangan ke ruangan lain, atau menuntut perhatiannya lebih dulu—membuat anggota keluarga lain bingung.

Ini bukan kebetulan belaka.

Di balik preferensi selektif ini terdapat dunia emosional yang jauh lebih kompleks dari yang sering kita bayangkan.

Kucing vs Anjing: Cara Mengkategorikan Manusia

Bradshaw menyoroti perbedaan mendasar: anjing berinteraksi dengan manusia dan anjing lain dengan cara yang jelas berbeda. Anjing benar-benar menciptakan kategori mental khusus untuk manusia.

Kucing, sebaliknya, tidak repot-repot melakukannya. Dari perspektif etologi, ini menempatkan manusia dalam peran sebagai pengganti ibu raksasa.

Kucing dewasa mempertahankan perilaku anak kucing—fenomena yang disebut neoteni perilaku—artinya mereka tetap 'muda di hati' selamanya.

>>> Roberto Martinez Pasang Cristiano Ronaldo Starter Lawan RD Kongo