Selama bertahun-tahun, orang menggunakan AI generatif untuk merekonstruksi wajah tokoh kuno, terutama kaisar Romawi. Namun, teknologi ini kini digunakan untuk menghidupkan kembali ikon matematika, sains, dan seni.

Sebuah kanal YouTube dengan pendekatan humor menghadirkan kembali para matematikawan, filsuf, ilmuwan, dan seniman yang membentuk sejarah. Mereka dibayangkan seperti orang biasa di masa kini.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva atas Permintaan Jose Mourinho

Bayangkan seorang jenius matematika legendaris menatap Anda dari balik cangkir Starbucks. Itulah yang dilakukan video tersebut.

Rekonstruksi Wajah Para Matematikawan

Satu video khusus didedikasikan untuk matematikawan besar. Untuk tokoh kuno, yang tersedia hanyalah gambar atau patung yang telah masuk ke kesadaran budaya kita.

Sejak abad ke-17, ada potret yang lebih dikenal dan dapat diandalkan yang digunakan AI sebagai referensi. Pembuat video menggunakan alat seperti Nano Banana-2 dan Kling 3.0.

Mereka membayangkan para raksasa matematika ini sebagai profesor matematika biasa di perguruan tinggi. Berikut beberapa sorotan matematikawan yang ditampilkan.

Di awal video, secara kronologis, muncul Thales, Pythagoras, lalu Euclid. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana rupa mereka.

Thales sering dianggap sebagai orang pertama yang merumuskan teorema geometri, memicu gerakan hingga Euclid dengan Elements-nya. Namun, beberapa hubungan matematika sudah dikenal sebelum Yunani Kuno.

Formulasi abstrak dan aksiomatik geometri serta aritmetika dengan urutan teorema logis adalah hal baru yang unik dalam sejarah Yunani.

Euclid mungkin tidak menghasilkan sesuatu yang orisinal; ia mungkin hanya mengkompilasi karya pendahulunya. Lalu ada Archimedes dengan kisah legendarisnya menggunakan cermin untuk membakar kapal Romawi.

Antara jatuhnya Kekaisaran Romawi dan Renaisans, kemajuan besar dalam matematika datang dari matematikawan India dan Arab, seperti Brahmagupta (yang mengerjakan angka nol) dan Al-Khwarizmi (bapak aljabar).