Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Acuan AS di Level 3,5 Persen
Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Keputusan ini diambil dalam pertemuan Rabu (17/6/2026) dan merupakan penahanan keempat berturut-turut.
>>> Lonjakan Harga Energi Dorong The Fed Tahan Suku Bunga Acuan
Seluruh 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan suara bulat untuk kebijakan ini.
Ini adalah pertama kalinya sejak Juni tahun lalu tidak ada suara berbeda dari internal bank sentral.
Ketua baru The Fed, Kevin M. Warsh, menghadapi tantangan besar karena dipilih langsung oleh Presiden Donald Trump yang terus mendorong penurunan suku bunga.
Namun, lonjakan inflasi akibat perang dengan Iran membuat pemangkasan hampir mustahil.
Meskipun ada kesepakatan tentatif untuk mengakhiri konflik, dampak ekonomi diperkirakan bertahan lama.
Sebagian besar pejabat The Fed justru melihat potensi kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi ke target 2 persen.
Proyeksi terbaru atau 'dot plot' menunjukkan sekitar setengah pejabat memperkirakan satu atau lebih kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin hingga akhir tahun.
>>> Messi Lolos Kartu Merah Usai Tekel Keras ke Bek Aljazair
Delapan pejabat memperkirakan suku bunga tetap, sementara hanya satu yang memproyeksikan pemotongan.
Para pembuat kebijakan juga merevisi proyeksi inflasi keseluruhan menjadi 3,6 persen dan inflasi inti menjadi 3,3 persen pada akhir tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan stabil di 2,2 persen dengan tingkat pengangguran 4,3 persen.
Keputusan The Fed ini kontras dengan pernyataan Presiden Trump di Prancis beberapa jam sebelumnya.
Trump menyebut harga akan turun cepat setelah perang berakhir dan mengecap isu keterjangkauan harga sebagai 'bualan politik' Partai Demokrat.
Perubahan pandangan tajam pejabat moneter dipicu lonjakan inflasi dari 2,7 persen pada Maret menjadi 3,6 persen pada Juni akibat kenaikan harga minyak global selama konflik.
>>> Kebijakan Jeda Minum Wajib di Piala Dunia 2026 Tuai Protes
Pasar saham merespons negatif karena peluang pemotongan suku bunga semakin tipis.
Update Terbaru
Tottenham Tolak Tawaran Brighton untuk Bek Muda Luka Vuskovic
Kamis / 18-06-2026, 02:40 WIB
Thomas Tuchel Pilih Anthony Gordon Jadi Starter Timnas Inggris
Kamis / 18-06-2026, 02:40 WIB
Timnas Spanyol Jaga Ketenangan Usai Imbang Lawan Tanjung Verde
Kamis / 18-06-2026, 02:40 WIB
Gnistan Jamu Lahti di Veikkausliiga, Perebutan Posisi Klasemen Kian Ketat
Kamis / 18-06-2026, 02:36 WIB
Energi Anjing Air Bawa Keberuntungan bagi Enam Shio pada 17 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 02:36 WIB
FIFA Hapus Nama Sponsor Non-Resmi di Stadion Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 02:35 WIB
Igor Stimac: Kroasia Temukan Suksesor Luka Modric
Kamis / 18-06-2026, 02:35 WIB
Manchester City Dekati Transfer Elliot Anderson Senilai 120 Juta Poundsterling
Kamis / 18-06-2026, 02:28 WIB
Google Resmi Luncurkan Android 17 Stabil untuk Pixel, Ini Daftar Perangkat
Kamis / 18-06-2026, 02:24 WIB
Ryan Giggs Pilih Menjauh dari Sepak Bola Saat Liburan Romantis
Kamis / 18-06-2026, 02:20 WIB
Timnas Portugal Beri Penghormatan Terakhir untuk Diogo Jota di Houston
Kamis / 18-06-2026, 02:20 WIB
Portugal Hadapi Isu Masa Depan Roberto Martinez Menjelang Debut Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 02:16 WIB
FIFA Copot Logo Sponsor Non-Resmi di Stadion Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 02:15 WIB
Harga Slate Truck Bocor di Website, Mulai dari Rp24.950
Kamis / 18-06-2026, 02:12 WIB






