FIFA menerapkan kebijakan komersial ketat dengan menghapus dan menutup seluruh logo merek perusahaan non-mitra resmi di stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Langkah ini mulai diberlakukan sejak laga pembuka pada Jumat, 12 Juni 2026.

>>> Portugal Gagal Menang Lawan DR Kongo di Piala Dunia 2026

Tindakan tersebut diambil untuk menjaga eksklusivitas hak pemasaran para sponsor resmi turnamen. Namun, kebijakan ini memicu berbagai reaksi serta kendala teknis di sejumlah venue pertandingan.

Salah satu tindakan yang menuai kritik publik terjadi di Boston Stadium atau Stadion Gillette, Massachusetts.

Sebanyak 64.146 nomor kursi yang memuat logo sponsor non-resmi harus ditutup satu per satu menggunakan lakban biru.

Sebaliknya, beberapa venue memilih melonggarkan aturan tersebut karena alasan operasional.

Stadion MetLife di New Jersey dilaporkan tidak menutup logo pada bagian tertentu demi menghindari pembengkakan biaya dan kerumitan teknis.

Kebijakan "stadion bersih" ini juga memaksa sejumlah tempat berganti nama sementara.

Stadion SoFi menjadi Stadion Los Angeles, Stadion MetLife menjadi Stadion New York New Jersey, dan Stadion NRG menjadi Stadion Houston, meskipun perusahaan-perusahaan tersebut telah membayar hak penamaan senilai ratusan juta dolar AS.

FIFA memberikan penjelasan resmi melalui laman daring turnamen mereka.

"Nama resmi stadion untuk Piala Dunia FIFA 2026 disesuaikan dengan nama Kota Tuan Rumah dan mungkin berbeda dari sebutan umum yang digunakan secara lokal," tulis FIFA.

>>> Tiket Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026 Mulai Dijual, Harga Termurah Rp 22 Juta

Perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi pengamat olahraga karena seluruh rangkaian pertandingan kali ini menggunakan fasilitas olahraga yang sudah berdiri, bukan bangunan baru.