Rick Burton, profesor emeritus di Falk College of Sport Universitas Syracuse, mengatakan bahwa sponsor tidak senang karena mereka membayar banyak uang untuk visibilitas, tetapi hal ini mungkin tidak dapat mereka cegah.

FIFA memberikan pengecualian untuk Stadion Mercedes-Benz di Atlanta karena struktur rumit delapan panel atap putar yang tidak memungkinkan untuk ditutupi terpal.

FIFA menyatakan bekerja sama erat dengan otoritas stadion dan kota tuan rumah untuk menerapkan persyaratan perlindungan merek dengan cara yang konsisten dengan edisi turnamen sebelumnya, sambil mempertimbangkan infrastruktur dan pertimbangan operasional tertentu di setiap tempat.

Stadion Levi's di Santa Clara, yang berganti nama menjadi Stadion San Francisco Bay Area, menyiasati aturan ini dengan menutup logo berbentuk batwing menggunakan terpal putih.

Mereka kemudian memanfaatkannya sebagai materi kampanye media sosial yang jenaka.

"Menyambut dunia di stadion yang indah (dihapus)!" tulis Levi's di akun Instagram resmi mereka pascapertandingan antara Qatar dan Swiss.

Respons unik juga ditunjukkan oleh perusahaan telekomunikasi Lumen di Seattle, yang merilis video promosi jenaka mengenai pencarian logo merek mereka di area stadion.

Kepala Strategi dan Pemasaran Lumen, Ryan Asdourian, mengatakan bahwa saat suporter internasional terbang dari seluruh dunia ke kota dan stadion mereka, tugasnya memastikan merek mereka tidak terlihat di mana pun.

>>> Portugal Berbagi Poin Setelah Ditahan Imbang RD Kongo 1-1

Persoalan sterilisasi merek komersial ini diproyeksikan masih akan berlanjut, mengingat Stadion SoFi di Los Angeles juga harus menerapkan regulasi serupa saat bersiap menyelenggarakan upacara pembukaan Olimpiade Musim Panas 2028.