FIFA memutuskan menerapkan jeda minum atau hydration break secara wajib di seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.

Keputusan ini langsung memicu polemik dan protes keras dari suporter, pemain, hingga lembaga penyiaran.

>>> iHeartRadio Siarkan Gratis Seluruh Laga Portugal di Piala Dunia 2026

Aturan baru ini mewajibkan permainan berhenti dua kali setiap laga, tepatnya pada menit ke-22 dan ke-67, masing-masing selama tiga menit.

Jeda tersebut tetap diberlakukan tanpa memedulikan kondisi cuaca di stadion.

Manolo Zubiria, Kepala Petugas Turnamen AS untuk Piala Dunia FIFA 2026, menjelaskan bahwa jeda akan berlangsung tiga menit dari peluit pertama hingga peluit terakhir di kedua babak.

Langkah ini diambil demi konsistensi di semua venue dan menghindari perdebatan kasus per kasus.

Kritik tajam datang dari komentator olahraga Joe Pompliano.

Melalui akun X, ia menyoroti kejanggalan jeda yang langsung diikuti tayangan iklan komersial televisi saat pertandingan di Los Angeles Stadium.

"Mereka bahkan tidak menyembunyikan tujuan jeda hidrasi ini.

Suhu 75 derajat Fahrenheit di bawah atap di SoFi, penyiar mengatakan 'itu akhir kuarter pertama,' dan kemudian langsung ke iklan.

Berakhir sudah pertandingan," tulis Pompliano.

Kekecewaan suporter di stadion juga bertambah karena FIFA melarang penonton membawa botol air minum isi ulang sendiri demi alasan keamanan.

>>> Virgin Atlantic Hadirkan Siaran Langsung Olahraga di Pesawat Lewat Sport 24

Akibatnya, mereka terpaksa membeli air di dalam area stadion.

Stasiun televisi kini mendapatkan jendela iklan baru yang menguntungkan di tengah laga langsung.

Namun, durasi iklan yang melebihi tiga menit sempat membuat penonton layar kaca melewatkan sebagian aksi pertandingan.

Kapten tim nasional Belanda, Virgil van Dijk, turut menyuarakan ketidaknyamanannya. Ia menilai aturan jeda yang dibarengi selingan iklan tersebut tidak baik bagi penonton netral di televisi.