Rambut merah adalah salah satu warna rambut paling langka di dunia. Hanya sekitar 1 hingga 2 persen populasi global yang memilikinya secara alami.

Konsentrasi tertinggi terdapat di Skotlandia, Irlandia, dan beberapa wilayah Eropa utara. Keunikan ini sebagian besar disebabkan oleh satu gen: MC1R.

>>> Roberto Martinez Fokus Piala Dunia, Bantah Isu Mundur dari Portugal

Gen MC1R berperan penting dalam produksi melanin, pigmen yang mewarnai rambut dan kulit.

Kebanyakan orang menghasilkan eumelanin (cokelat atau hitam), tetapi banyak redhead memiliki varian MC1R yang menggeser produksi ke pheomelanin, menghasilkan rambut jingga kemerahan.

Variasi Rambut Merah dan Kulit

Tidak semua redhead sama. Ada yang hampir stroberi pirang, ada yang tembaga terang, dan ada yang merah tua mendekati auburn.

Kulit mereka pun bervariasi: ada yang sangat pucat, ada yang tidak terlalu pucat. Beberapa jarang kecokelatan, yang lain sedikit lebih bisa.

Varian gen MC1R yang beragam menjelaskan perbedaan ini.

Genetika juga menyimpan kejutan. Bertentangan dengan kepercayaan umum, dua orang tua redhead belum tentu memiliki anak redhead.

Sebaliknya, dua orang tua berambut cokelat bisa memiliki anak redhead jika keduanya membawa varian gen tersebut.

Mitos Seputar Redhead

Salah satu mitos yang sering terdengar adalah redhead lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Beberapa studi memang menunjukkan respons berbeda terhadap anestesi dan jenis nyawa tertentu, kemungkinan karena efek samping MC1R pada mekanisme neurologis.

Namun, itu tidak berarti setiap redhead selalu kesakitan. Mitos lain yang terus muncul adalah redhead akan punah.

>>> FIFA Tutup 64 Ribu Kursi Stadion dengan Lakban demi Sponsor Piala Dunia 2026

Secara genetik, tidak ada alasan untuk percaya hal itu. Karena gennya resesif, ia bisa bersembunyi selama beberapa generasi sebelum muncul kembali.