Masyarakat Indonesia sering menganggap daging kambing sebagai musuh bagi penderita hipertensi dan kolesterol tinggi. Namun, anggapan itu ternyata tidak sepenuhnya benar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan daging kambing kerap dituduh sebagai penyebab kolesterol dan hipertensi karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.

>>> Link Nonton Spider-Noir Full Episode Sub Indo: Dibintangi Nicholas Cage, Tawarkan Pengalaman Nonton Hitam Putih

Padahal, dibandingkan sapi, daging kambing justru memiliki lemak jenuh yang jauh lebih rendah.

"Per 100 gram, lemak jenuh yang ada di daging kambing hanya 0,8 gram, sedangkan lemak jenuh yang ada di daging sapi 3 gram," katanya, dikutip Rabu (27/5/2026).

Menurut Budi, banyak kasus orang masuk rumah sakit setelah makan daging kambing disebabkan oleh cara memasaknya. Olahan daging kambing sering menggunakan banyak garam dan santan.

>>> Heboh Dugaan Pesta Narkoba Seret Selebgram dan Anak Pejabat di Pekanbaru

"Yang salah bukan kambingnya, yang salah adalah cara masaknya," tegasnya.

Berdasarkan laporan Very Well, daging kambing jika dikonsumsi dalam jumlah sedang—tiga porsi per minggu—justru dapat mendukung pola makan sehat.

>>> Travel Grant Jadi Sorotan Usai Dugaan Riset Palsu di Konferensi Internasional

Daging kambing kaya akan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda omega-3 (PUFA), yang merupakan lemak sehat yang membantu mengelola kadar kolesterol.