Travel Grant Jadi Sorotan Usai Dugaan Riset Palsu di Konferensi Internasional

Perbincangan mengenai travel grant ramai di media sosial setelah muncul dugaan pemalsuan riset yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia dalam konferensi ilmiah internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Dugaan tersebut mencuat setelah akun Threads @madharabrasika menyoroti keikutsertaan sejumlah peserta yang disebut tidak memiliki latar belakang kesehatan dalam forum ilmiah tentang pneumonia dan penelitian medis itu.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyinggung kemungkinan adanya motif memperoleh fasilitas perjalanan luar negeri melalui skema travel grant.

“Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang membuat mereka bisa keluar negeri gratis. Gratis, karena yang bayar mahal adalah Indonesia yang nama baiknya rusak di mata ilmuwan dunia,” tulis akun tersebut.

>>> Review iQOO Z10R, Unggul di Desain dan Baterai tapi Belum Maksimal untuk Gaming

Apa Itu Travel Grant?

Travel grant merupakan bantuan dana perjalanan yang diberikan lembaga tertentu untuk mendukung seseorang mengikuti kegiatan akademik, penelitian, atau forum profesional.

Dana tersebut dapat dipakai untuk menutup biaya tiket, penginapan, hingga registrasi acara. Program seperti ini biasanya ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, dosen, maupun profesional yang memperoleh kesempatan mengikuti konferensi, seminar, pertukaran akademik, atau riset di daerah lain maupun luar negeri.

Skema travel grant dibuat agar peserta yang memiliki karya atau kontribusi ilmiah tetap dapat hadir dalam kegiatan penting meski memiliki keterbatasan biaya.

Fungsi Travel Grant

Mendukung Presentasi Penelitian

Banyak peneliti dan mahasiswa yang telah mendapatkan Letter of Acceptance atau LoA dari konferensi ilmiah, tetapi terkendala biaya perjalanan. Travel grant membantu mereka hadir untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus memperluas jejaring akademik.