FIFA kembali menjadi sorotan setelah menerapkan aturan ketat hak eksklusif sponsor di Stadion Gillette, Massachusetts, yang kini berganti nama menjadi Boston Stadium selama Piala Dunia 2026.

Stadion berkapasitas 64.146 penonton itu mengalami pembersihan identitas komersial non-mitra secara masif. Petugas menempelkan potongan lakban biru untuk menutupi logo produk yang tercetak di setiap kursi.

>>> Neymar Pulih dari Cedera Betis dan Kembali Berlatih Bersama Timnas Brasil

Kebijakan ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan manual menutup logo di puluhan ribu titik sangat berlebihan.

"Seseorang harus menempelkan lebih dari 64 ribu potongan lakban kecil di setiap kursi. FIFA benar-benar serius," tulis seorang pengguna.

Kekhawatiran juga muncul soal proses pembersihan sisa perekat setelah turnamen usai. "Melepasnya nanti pasti jauh lebih merepotkan," komentar warganet lain.

>>> Wear OS 7 Resmi Dirilis, Bawa Desain Baru dan Fitur Unggulan

Reaksi satire pun bermunculan. "Kalau sikap berlebihan FIFA bisa dijadikan sumber energi, mungkin bisa menyaingi tenaga nuklir," tulis salah satu netizen.

Namun, pendekatan ekstrem ini tidak diterapkan seragam di semua lokasi.

>>> Portugal Ditahan Imbang DR Kongo 1-1 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

MetLife Stadium di New Jersey dilaporkan tetap membiarkan logo sponsor pada area tertentu untuk menghindari biaya operasional dan kerumitan teknis.