Setiap Iduladha, berbagai informasi tentang daging kurban selalu ramai diperbincangkan. Mulai dari anggapan daging kambing memicu darah tinggi hingga mitos ibu hamil dilarang makan daging kambing.

Dilansir dari Medcom, tidak semua informasi itu benar secara medis. Daging kurban justru merupakan sumber protein dan zat besi yang baik jika diolah dengan tepat.

>>> Mendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset Ilmiah Tiga Peneliti Indonesia

Mitos Seputar Daging Kurban

Anggapan bahwa daging kambing langsung menyebabkan tekanan darah tinggi adalah mitos. Penyebab utama lonjakan tekanan darah biasanya bukan dari dagingnya, melainkan cara pengolahannya.

Penggunaan santan berlebihan, minyak, garam, atau sate gajih dengan lemak jenuh tinggi lebih berpengaruh buruk terhadap kesehatan.

Masyarakat perlu memahami penjelasan medis yang valid dan memisahkannya dari mitos turun-temurun.

Perbedaan Sunscreen dan Sunblock

Penggunaan skincare mahal akan sia-sia jika melewatkan pelindung sinar UV. Semua jenis kulit wajib dilindungi dari paparan matahari.

Paparan sinar UV terus-menerus dapat memicu penuaan dini, kulit terbakar, hingga risiko kanker kulit.

>>> Ayu Ting Ting Akui Dekat dengan Kevin Gusnadi, Tak Mau Buru-buru ke Pelaminan

Masyarakat bisa menggunakan krim tabir surya seperti sunscreen atau sunblock untuk mencegah kerusakan skin barrier, meskipun keduanya sering dianggap sama.

Cara Menyimpan Daging Kurban

Momen Iduladha identik dengan pembagian daging dalam jumlah besar, namun pengemasan yang benar sering diabaikan.

Proses penyimpanan dan pengemasan sangat penting untuk menjaga kualitas daging tetap higienis, segar, dan aman dikonsumsi.

Penanganan yang salah dapat membuat daging cepat rusak, berbau, atau terkontaminasi bakteri.

>>> Fuji Beli Sapi Kurban Berbobot 700 Kilogram di Jakarta

Pengemasan yang tepat juga memudahkan pembagian serta penyimpanan di kulkas atau freezer agar kualitasnya terjaga lebih lama.