Mendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset Ilmiah Tiga Peneliti Indonesia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto tengah mendalami dugaan pelanggaran integritas akademik yang melibatkan tiga peneliti Indonesia.
Kasus ini mencuat setelah skandal pemalsuan riset ilmiah dalam konferensi internasional ISPPD pada 17–21 Mei 2026 di Kopenhagen, Denmark, viral di media sosial.
>>> Kesalahan Umum Menyimpan Daging Kurban Langsung ke Freezer
Tiga peneliti asal Indonesia, yaitu Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti, diduga mempresentasikan hasil penelitian yang tidak valid atau direkayasa.
Dugaan kecurangan ini pertama kali diungkap oleh peneliti Wa Ode Dwi Diningrat yang turut menghadiri konferensi tersebut dan mengunggahnya melalui Instagram.
Brian Yuliarto menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan fakta sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan dan afiliasi dengan institusi di Indonesia.
Kementerian mengimbau publik untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons isu ini. Ruang klarifikasi perlu diberikan kepada semua pihak.
Pemerintah menyayangkan munculnya kasus ini karena berpotensi memengaruhi pandangan global terhadap iklim riset di tanah air. Standardisasi etika harus tetap dijaga.
>>> Charles Gozali Resmi Rilis Film Horor-Aksi Badut Gendong di Bioskop
Brian menegaskan bahwa integritas akademik harus menjadi fondasi utama ekosistem pendidikan tinggi dan riset. Praktik fabrikasi data, falsifikasi, maupun penyalahgunaan afiliasi tidak dapat dibenarkan.
Ia menambahkan bahwa mayoritas akademisi dan inovator Indonesia bekerja secara profesional serta memiliki reputasi internasional yang baik.
Berdasarkan informasi awal, para pelaku yang diduga terlibat tidak tercatat sebagai pengajar atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia.
Indonesia memiliki sistem evaluasi integritas riset yang berlapis melalui komite etik, LPPM, dan penjaminan mutu di bawah Kemdiktisaintek serta BRIN.
Pengawasan dilakukan secara berkala sejak pengajuan proposal hingga laporan akhir publikasi internasional.
>>> Polda Kaltim Tangkap Dua WNA Penyelundup Sabu dan Ekstasi
Brian menekankan bahwa apabila proses-proses tersebut dilewati, hal itu dapat berdampak pada mutu riset dan membuat data penelitian tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Update Terbaru
Guardians Pilih Pitcher Liam Peterson di Putaran Pertama MLB Draft 2026
Minggu / 12-07-2026, 03:14 WIB
Cincinnati Reds Pilih Shortstop Alabama Justin Lebron di Putaran Pertama MLB Draft 2026
Minggu / 12-07-2026, 03:11 WIB
Pengadilan Brasil Perintahkan Microsoft Pulihkan Akun Xbox yang Diretas
Minggu / 12-07-2026, 03:11 WIB
Buccaneers Hadapi Tenggat Kontrak Baker Mayfield Sebelum Kamp Pelatihan
Minggu / 12-07-2026, 03:10 WIB
Joe Pavelski Pimpin American Century Championship, LIV Golf Hadapi Gugatan Hukum
Minggu / 12-07-2026, 03:07 WIB
Lizzo Buka Suara soal Kontroversi, Ketenaran, dan Awal Baru
Minggu / 12-07-2026, 03:06 WIB
Iklim Ketakutan di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS
Minggu / 12-07-2026, 03:06 WIB
Acer Sospiro A15 Resmi Meluncur dengan Dual Display dan Kamera 64 MP
Minggu / 12-07-2026, 03:01 WIB
Vivo Y05e Resmi Dijual di Afrika Selatan dengan Baterai 5.150 mAh
Minggu / 12-07-2026, 03:01 WIB
Daftar HP Infinix Terbaru 2026: Smart 20 hingga GT Series
Minggu / 12-07-2026, 02:49 WIB
Panduan Install dan Menggunakan FF Beta Kipas ModFYP: Kelebihan dan Kekurangan
Minggu / 12-07-2026, 02:49 WIB
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Kepulauan Talaud
Minggu / 12-07-2026, 02:49 WIB
Selebriti Rayakan Hari Kolam Renang Nasional dengan Gaya
Minggu / 12-07-2026, 02:45 WIB
T.I. Buka Suara soal Kontroversi Komentar Keperawanan Putrinya
Minggu / 12-07-2026, 02:45 WIB







