Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto akhirnya angkat bicara terkait skandal pemalsuan riset di forum internasional.

Kasus ini dinilai mencoreng reputasi akademis Indonesia di mata dunia.

>>> Optimis Tatap Piala Dunia 2026, Pelatih Spanyol Sebut Kesiapan Lamine Yamal Mengejutkan

Brian mengungkapkan bahwa empat orang teridentifikasi sebagai pelaku dalam aksi curang tersebut.

Keempatnya merupakan alumni program sarjana (S1) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Meski sama-sama lulusan S1 UNY, mereka melanjutkan studi magister (S2) di kampus yang berbeda.

Hal ini dikonfirmasi Brian dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (2/6/2026).

Informasi latar belakang pendidikan para pelaku sudah divalidasi.

Status mereka sebagai lulusan UNY untuk jenjang S1 benar, namun mereka tersebar di berbagai instansi saat mengambil S2.

Motif Perjalanan Gratis dan Pemanggilan Terduga Pelaku

Untuk mendalami kasus ini, Mendiktisaintek telah membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan pihak UNY.

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kronologi dan detail pelanggaran secara akurat.

Pihak UNY dilaporkan sudah melakukan pemanggilan terhadap empat orang yang diduga terlibat.

Proses wawancara telah dilakukan untuk menggali alasan di balik tindakan mereka.

Berdasarkan investigasi sementara, berikut poin-poin utama terkait motif dan dampak:

  • Para pelaku diduga kuat memalsukan riset demi mendapatkan travel grant atau bantuan dana perjalanan ke luar negeri.
  • Bantuan dana yang biasanya untuk peneliti muda menghadiri konferensi internasional justru disalahgunakan.
  • Tindakan ini dianggap sangat tidak etis karena mengabaikan kejujuran dalam dunia akademik.
  • Perbuatan tersebut berpotensi merusak kredibilitas riset Indonesia di komunitas sains global.
  • Peneliti Indonesia lain yang jujur ikut terdampak akibat menurunnya kepercayaan internasional.