Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal percepatan normalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Berbagai langkah penguatan distribusi yang dijalankan secara intensif mulai menunjukkan hasil.

>>> Tragedi Maut di Sibolangit: Truk Fuso Muatan Galon Air Diduga Rem Blong, Tabrak Beruntun 8 Kendaraan dan Tewaskan 4 Orang

Kondisi antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya, berangsur terurai sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin membaik.

Peningkatan Kapasitas Distribusi

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut meningkatkan kapasitas armada mobil tangki beserta awak mobil tangki sekitar 35 persen.

Mereka juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Selain itu, penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli dimaksimalkan.

Langkah-langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.

Stok Aman dan Antrean Berkurang

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam kondisi aman.

Pasokan terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

"Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini," ujar Wahyudi.

Menurutnya, peningkatan suplai hingga 120–125 persen merupakan langkah percepatan untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU. "Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125%.

Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%," tegasnya.