Bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, pada Sabtu (18/7) pagi, menewaskan tiga orang.

Satu jenazah korban masih tergeletak di jalan dan belum bisa dievakuasi karena terhalang ratusan massa.

>>> Prabowo Sindir Ramalan Indonesia Collapse: Pejabat Sampai Masuk RS Karena Kerja Keras

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengatakan hingga pukul 14.00 WITA, jenazah tersebut belum berhasil dievakuasi.

"Iya satu jenazah korban masih tergeletak di jalan belum bisa dievakuasi karena massa masih banyak," ujarnya.

Bentrokan fisik terjadi antara pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak. Dua korban tewas berasal dari Desa Narasaosina dan satu korban dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

Ketut menjelaskan, dua korban sudah diambil oleh pihak keluarga, masing-masing satu dari Narasaosina dan satu dari Waiburak. Sementara satu jenazah yang belum dievakuasi adalah warga Narasaosina.

Tenaga medis dan ambulans sudah berada di lokasi, namun belum bisa mendekati jenazah karena terkonsentrasinya massa di jalan raya Waiburak.

>>> Amien Rais: Gibran Tak Laku, Dinasti Jokowi Runtuh di 2029

Polisi terus bernegosiasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban untuk meredam massa agar evakuasi bisa dilakukan.

"Masih banyak massa di sini, masih berkumpul, ambulans sudah ada tapi belum evakuasi jenazah," kata Ketut.

Bentrokan Pagi Hari

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan bentrokan terjadi pada pukul 06.30 WITA.

"Bentrokan antara kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak terjadi sekitar jam 6 lewat Sabtu pagi, dan ada tiga orang meninggal dunia," jelasnya.

Penyebab bentrokan masih dalam penyelidikan. "Penyebab masih dalam lidik, belum diketahui secara pasti," ucap Adhitya.

>>> HUT Ke-56, Jamkrindo Luncurkan Mobil PELITA untuk Edukasi Anak

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Polres Flores Timur telah menambah personel pengamanan di sekitar lokasi. Selain tiga korban jiwa, belasan rumah juga dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut.