Dua Kapal Tenggelam di Lepas Pantai Myanmar, Lebih dari 500 Pengungsi Dikhawatirkan Tewas
Badan-badan PBB melaporkan bahwa dua kapal yang membawa lebih dari 500 orang kemungkinan tenggelam di lepas pantai Myanmar dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah pengungsi yang melakukan perjalanan laut berbahaya untuk mencari keselamatan.
>>> Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengeluarkan pernyataan bersama berdasarkan informasi awal.
Mereka mengatakan kedua kapal tersebut meninggalkan Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada akhir Juni.
Kapal-kapal itu sebagian besar membawa orang-orang Rohingya dari kelompok etnis minoritas. Beberapa penumpang juga diduga berasal dari kamp pengungsi di Bangladesh.
Lebih dari 500 orang dikhawatirkan tewas.
Badan-badan PBB menambahkan bahwa insiden dan jumlah kematian belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi UNHCR dan IOM sangat prihatin atas kemungkinan besarnya korban jiwa.
Kronologi Tenggelamnya Kapal
Menurut PBB, kapal pertama yang membawa sekitar 250 orang kehilangan kontak tidak lama setelah berangkat.
Kapal kedua dengan sekitar 280 orang diduga tenggelam di lepas pantai Irrawaddy, Myanmar, pada 8 Juli.
Perjalanan ini terjadi di luar musim pelayaran biasa, ketika kondisi laut umumnya lebih berbahaya.
IOM dan UNHCR memperingatkan bahwa tenggelamnya kapal-kapal ini menunjukkan perlunya kerja sama internasional yang lebih kuat untuk melindungi para pengungsi.
>>> HUT ke-344 Bandar Lampung, Sekjen Kemendagri Dorong Penguatan Ekonomi Daerah
Mereka menyerukan upaya pencarian dan penyelamatan yang lebih baik, akses suaka yang lebih luas, perlindungan internasional yang lebih kuat, dan peningkatan tindakan untuk menghentikan jaringan perdagangan manusia dan penyelundupan di kawasan ini.
Krisis Rohingya yang Berkepanjangan
Update Terbaru
Pembalut Bekas Perlu Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang? Ini Kata Studi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Airlangga Hartarto Bertemu Mendag China, Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Alasan Ruben Onsu Pendam Hinaan Mantan Istri Terungkap, Eks Manajer: Dia Pikir Dia Kuat
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Konflik AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Melonjak 4%
Sabtu / 18-07-2026, 17:08 WIB
Pemegang Saham Setujui Buyback Saham Astra International Rp8 Triliun
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
7 Drama China Terbaru Juli 2026, dari Overdo hingga Love for You
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Sinopsis 12 Strong, Film Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV Hari Ini
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Lee Jong Suk Didekati untuk Drama Bareng Park Ji Hyun Usai Putus dari IU
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Inggris Batasi Medsos Anak, IG-TikTok Bakal Diblokir Tengah Malam
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Chery Perkenalkan Robot AiMOGA di Pabrik Afrika Selatan
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
35 Suporter Argentina Alami Serangan Jantung Selama Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:04 WIB
Andal Kharisma HCM: Platform HR Berbasis AI untuk Digitalisasi SDM
Sabtu / 18-07-2026, 17:04 WIB
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran
Sabtu / 18-07-2026, 17:04 WIB
7 Langkah Mudah Dapatkan Saldo Dana Gratis Lewat Aplikasi MG Catch 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:00 WIB







