Keberadaan pemimpin Myanmar yang dikudeta militer, Aung San Suu Kyi, hingga kini masih menjadi misteri.

Pemimpin militer Aung Ming Hlaing menggulingkan pemerintahan yang sah pada Februari 2021. Mereka juga menculik presiden, Suu Kyi, hingga sekutu dekatnya.

>>> Momen Langka Dua Bunga Bangkai Mekar Bersamaan di Los Angeles

Kekhawatiran itu kian memuncak bagi anak Suu Kyi, Kim Aris, usai anjing peliharaannya Taichito meninggal pada Juni lalu di bekas rumahnya di Yangon.

"Saya rasa dia adalah hadiah terbaik yang pernah saya berikan. Dia sangat setia kepadanya," kata Aris, dikutip The Economist, Senin (13/7).

Taichito merupakan hadiah dari Aris usai Suu Kyi bebas dari penjara pada 2010 atas tuduhan memicu pembantaian di Depayin.

Sejak saat itu, Taichito selalu mengikuti tuannya. Namun saat Suu Kyi ditahan pada 2021, militer tak mengizinkan anjingnya ikut serta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Aris berkeliling dunia mendesak kepala negara menyerukan militer Myanmar memberi "bukti keberadaan" ibunya.

Suu Kyi terakhir muncul dalam sidang yang dibuat-buat militer pada akhir 2022. Sejak itu, militer menolak permintaan pengacaranya untuk menemui Suu Kyi.

Di kesempatan terpisah, Aris sempat menduga sang ibu meninggal.

Menurut dia, Suu Kyi memiliki sederet masalah kesehatan seperti tulang, gigi, gusi, dan jantung. Namun, Aris tak mengetahui pasti kondisinya dan hanya menerima laporan seporadis.

>>> Pakar ITB Respons Klaim Chery soal Kain Perca Penyebab Tiggo Cross Terbakar

Usianya yang kini menginjak 81 tahun dan riwayat penyakit yang diderita membuat Suu Kyi sulit bertahan di kondisi ekstrem.

Aris menyakini ibunya ditahan di Naypyitaw.

Dalam surat terakhir yang diterima dua tahun lalu, Suu Kyi mengeluh suhu ekstrem di sel selama bulan-bulan musim panas dan musim dingin.