Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan upaya pengendalian inflasi melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi barang.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret, terutama di wilayah dengan tingkat inflasi tinggi.

>>> Drama Pengasuhan Anak: Ruben Onsu Tegas Tegur Giorgio Antonio, Ingatkan Batas Peran Sebagai Pacar Sarwendah

Hal ini disampaikan Karnavian setelah rapat koordinasi pengendalian inflasi di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Ia menekankan pentingnya intervensi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, seperti meningkatkan pasokan dan memperbaiki distribusi barang kebutuhan pokok.

"Saya telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah. Fokus saya adalah daerah dengan inflasi tinggi, sebagian besar di Indonesia timur dan juga Aceh.

Langkahnya termasuk meningkatkan pasokan," ujar Karnavian.

Menurut data terbaru, inflasi tahunan Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen.

>>> Bas Nijhuis Tahan Air Mata Kenang Rob Dieperink: Tragedi Sang Wasit Muda dan Dampak Mematikan dari Tuduhan Palsu

Angka ini masih berada di bawah batas atas target pemerintah yang sebesar 3,5 persen.

Meskipun inflasi tahunan terkendali, pemerintah tetap mewaspadai tekanan inflasi bulanan dari berbagai faktor. Karnavian menyebutkan bahwa biaya transportasi, terutama tarif pesawat, menjadi salah satu penyumbang utama.

Kenaikan mobilitas masyarakat selama liburan sekolah turut mendorong kenaikan harga tiket pesawat. Selain itu, beberapa komoditas pangan masih memberikan tekanan pada harga.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

>>> Siapa Anak dan Istri Kombes Pol Hariyanto? Kapolresta Lombok Tengah yang Baru dan Siap Hadapi Kasus 3 Santri Dibakar 

Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di tengah tantangan ekonomi global.