Dinamika pengasuhan anak pasca-perpisahan kembali menjadi sorotan hangat di dunia hiburan Tanah Air. Presenter kondang Ruben Onsu secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap Giorgio Antonio (Gio), kekasih baru mantan istrinya, Sarwendah. Teguran keras ini dilontarkan Ruben menyusul sebuah insiden dalam siaran langsung yang dinilai telah melampaui batas kewajaran, di mana pihak ketiga turut mengambil keputusan terkait aturan pengasuhan anak-anaknya. Langkah tegas ini menegaskan prinsip Ruben bahwa peran ayah kandung tidak dapat digantikan atau disisihkan oleh kehadiran pasangan baru, terlepas dari status hubungan yang belum terikat secara hukum.
 
Momen Siaran Langsung yang Memicu Kontroversi Perselisihan ini bermula dari sebuah momen yang terekam dalam siaran langsung (live) media sosial pada Selasa (14/7/2026). Dalam cuplikan yang beredar luas, terlihat Sarwendah sedang menerima panggilan telepon dari salah satu anaknya. Sang anak terdengar meminta izin kepada ibunya untuk mengonsumsi permen karet.
 
Namun, sebelum Sarwendah sempat memberikan jawaban atau arahan, Giorgio dengan sigap mengambil alih telepon dan secara langsung mengizinkan anak tersebut untuk mengunyah permen karet. Aksi spontan ini sontak memicu reaksi keras dari Ruben Onsu. Bagi Ruben, keputusan sekecil apa pun terkait kebiasaan atau konsumsi anak bukanlah ranah yang boleh diputuskan oleh pihak luar, apalagi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang tua kandungnya.
 
Peringatan Keras: "Fokus Pacaran, Jangan Ambil Alih Peran Ayah" Menyikapi hal tersebut, Ruben Onsu tidak tinggal diam. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ruben_onsu, ia menyampaikan pesan tegas yang sarat akan batasan. Ruben menekankan bahwa Sarwendah memiliki peraturan tersendiri dalam mengasuh anak-anak mereka, dan Giorgio seharusnya menghormati dinamika tersebut.
 
“Permisi ya, Gio, maaf sebelumnya. Itu ibunya juga punya peraturan tentang anak saya. Plis, jangan ikut-ikut kasih keputusan kalau tentang anak. Ya bisa juga telepon bertanya ke saya, ayahnya. Kan itu juga sama ibunya telepon? Berarti bisa ada informasi untuk bertanya ke ayahnya,” tulis Ruben dengan nada yang tegas namun tetap terukur.
 
Lebih jauh, Ruben mengungkapkan perasaan tersisih yang ia alami. Kehadiran Giorgio yang terlalu dominan dalam interaksi pengasuhan sehari-hari, terutama di depan publik, dinilai Ruben semakin mengaburkan peran sentralnya sebagai seorang ayah. “Bukan ente main 'iya' aja. Pantes peran ayahnya semakin asing. Bumbu-bumbu live lo ini sangat berdampak banget. Hayo, stop main rumah-rumahan, ingat porsi ya. Fokus pacaran aja ya. Cubit nih lambungnya,” tutup Ruben dalam unggahannya, menyiratkan kekecewaan mendalam atas dinamika yang terbangun.
 
Kuasa Hukum Garisbawahi Pentingnya Menjaga Pola Asuh