Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 2-0 dalam laga semifinal di Arlington, Texas, Selasa (14/7/2026).

Kemenangan ini diraih berkat permainan kolektif yang apik, yang mampu meredam bintang-bintang Prancis seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.

>>> Krisis Ekonomi di Afghanistan: Keluarga Jual Anak Perempuan sebagai Pengantin Anak

Lamine Yamal menjadi bintang kunci dengan memenangkan penalti yang memecah kebuntuan. Ia juga konsisten merepotkan bek kiri Prancis, Lucas Digne.

"Ada hal yang jauh lebih sulit dalam hidup daripada pertandingan sepak bola," ujar Yamal. "Ini hanya permainan, saya tahu kemampuan saya dan tidak khawatir."

Gelandang Prancis, Rayan Cherki, mengakui timnya kalah karena kesalahan sendiri. "Kami kalah melawan diri kami sendiri," katanya.

Dominasi Taktik Spanyol

Spanyol mendominasi lini tengah berkat performa Rodri yang kembali ke bentuk terbaiknya setelah cedera ligamen lutut. Ia mematikan kreativitas Prancis.

>>> Masa Depan Turnamen Mayor Golf: Jadwal Padat dan Seruan Globalisasi

Pelatih Luis de la Fuente memuji Rodri: "Saya katakan sejak lama bahwa meragukannya adalah menghina kecerdasan. Waktu membuktikan kami benar."

De la Fuente menekankan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari filosofi pengembangan jangka panjang, bukan bakat individu semata.

"Kami melakukannya dengan disiplin, organisasi, komitmen, dan usaha. Itulah yang terbaik dari pemain Spanyol: membaca dan menangani fase pertahanan di lini tengah," jelasnya.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 laga, menyamai rekor terpanjang dalam sejarah sepak bola pria internasional.

>>> S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB, OJK: Fundamental Ekonomi Tetap Kokoh

Spanyol akan menghadapi lawannya di final Piala Dunia pada Minggu di MetLife Stadium.