Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu memberikan tanggapan terkait klaim Chery bahwa kebakaran Chery Tiggo Cross Chery Super Hybrid (CSH) di Bandung dipicu oleh kain perca.

Dua unit Chery Tiggo Cross CSH mengalami kebakaran dalam waktu berdekatan.

>>> 5 Duel Kunci Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Insiden pertama terjadi pada akhir Maret di tol Jakarta, sedangkan yang kedua terjadi di Bandung pada Juli 2026.

Untuk kasus pertama, Chery menyatakan hasil investigasi tidak menemukan masalah pada komponen mobil. Perusahaan menduga ada faktor eksternal, namun belum merinci material yang dimaksud.

Sementara pada insiden di Bandung, Chery menegaskan penyebabnya adalah benda asing berupa kain perca yang tertinggal di dekat exhaust manifold.

Suhu tinggi pada komponen tersebut memicu percikan api hingga menyebabkan kebakaran.

Chery juga menyebut tidak ada indikasi kegagalan pada komponen, suku cadang, atau sistem kendaraan dalam insiden tersebut.

Respons Pakar ITB

Yannes menilai penjelasan teknis mengenai kebakaran akibat kain perca di exhaust manifold masih masuk akal.

>>> Galaxy Phone Anda Bisa Lebih Terintegrasi dengan Galaxy Book di Masa Depan

Exhaust manifold bekerja pada temperatur sangat tinggi sehingga material mudah terbakar dapat mengalami pirolisis dan memicu api jika menempel dalam waktu lama.

Namun, ia mengingatkan bahwa karena insiden serupa terjadi pada model yang sama, termasuk pada unit dalam proses distribusi, penjelasan internal pabrikan sebaiknya belum menjadi akhir evaluasi.

Menurut Yannes, kasus ini menunjukkan pentingnya memastikan secara objektif penyebab kebakaran.

Apakah murni human error pada proses perakitan, pre-delivery inspection, atau servis, atau ada faktor lain seperti desain ruang mesin dan sistem heat shield.

Ia menambahkan, diperlukan investigasi lanjutan oleh regulator atau lembaga independen agar hasilnya lebih kredibel. Tujuannya bukan mencari pihak bersalah, melainkan mengidentifikasi akar penyebab secara menyeluruh.

Langkah perbaikan bisa berupa penyempurnaan SOP inspeksi, peningkatan quality control, evaluasi desain, atau tindakan preventif lainnya.

>>> Rahasia Stamina Erling Haaland: Diet 'Nenek Moyang' 6.000 Kalori

Yannes menekankan setiap insiden keselamatan harus menjadi momentum bagi pabrikan untuk memperkuat standar kualitas produk dan layanan purnajual.