Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan keberhasilan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi, Jawa Timur, kepada Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (14/7).

Luhut menyatakan piloting digitalisasi bansos di Banyuwangi telah menunjukkan hasil nyata dalam menyederhanakan birokrasi dan memastikan bantuan lebih tepat sasaran.

>>> Kelembaban Monsun Tingkatkan Risiko Banjir Bandang di AS Barat

"Piloting digitalisasi di Banyuwangi membuktikan bahwa pelayanan publik dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat, sederhana, dan tepat sasaran," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

Berkat keberhasilan tersebut, pemerintah kini memperluas program ini ke 43 kabupaten/kota di 26 provinsi, mencakup sekitar 38,7 juta penduduk atau setara dengan 12,5 juta keluarga.

Luhut mengatakan digitalisasi membuat masyarakat tidak lagi terbebani proses administrasi yang panjang dan berbelit.

"Ini menunjukkan bahwa digitalisasi pemerintahan bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi merupakan reformasi tata kelola yang meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Ke depan, digitalisasi ini tidak hanya untuk bansos, tetapi juga akan diperluas untuk penyaluran bantuan UMKM, reformasi subsidi energi, peningkatan kualitas penerimaan negara, percepatan perizinan usaha, serta transparansi penegakan hukum.

Kepercayaan Investor Tinggi

Luhut dan DEN juga melaporkan kebijakan ekonomi Indonesia yang tetap mendapat kepercayaan tinggi dari dunia internasional, terlihat dari keputusan Standard & Poor's (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB+ dengan Outlook Stable.

S&P memberikan respons positif terhadap inisiatif konsolidasi BUMN melalui Danantara, yang dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi dan pengelolaan aset negara.

Lembaga pemeringkat utang internasional itu juga merespons positif komitmen disiplin fiskal, termasuk penyesuaian anggaran dan program prioritas untuk menjaga defisit tetap di bawah 3 persen PDB.