>>> Israel Makin 'Tercekik' Kekurangan Pasukan Cadangan hingga Tank Perang

Guna melanjutkan momentum positif dari S&P, pemerintah harus menjaga konsistensi reformasi pasar modal. MSCI pun kini menantikan implementasi yang konsisten dari berbagai reformasi yang telah diumumkan.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai langkah strategis untuk membangun kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Di tengah berbagai perkembangan ini, Luhut menekankan pemerintah tetap perlu mengedepankan kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

Eskalasi konflik berpotensi meningkatkan biaya produksi dan memicu tekanan harga yang pada akhirnya dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas dunia usaha.

Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, ia menegaskan koordinasi kebijakan makroekonomi, fiskal, dan moneter harus terus diperkuat.

"Kami telah menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perlunya menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan contingency plan untuk menjaga daya beli masyarakat, membantu dunia usaha, serta mendorong aktivitas ekonomi pada semester II tahun ini," ujar Luhut.

Menurut dia, pemerintah perlu berfokus pada upaya menjaga kelancaran rantai pasok, memberikan kepastian ketersediaan bahan baku bagi dunia usaha, serta meningkatkan efisiensi biaya logistik untuk melindungi daya saing industri nasional.

"Saya percaya, kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh stabilitas makro, tetapi juga oleh keberanian melakukan reformasi dan memanfaatkan teknologi tata kelola pemerintahan yang lebih baik," ujar Luhut.

>>> Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: XLSmart dan Telkomsel Menang

Luhut optimistis dengan konsistensi reformasi dan semangat untuk terus berbenah, Indonesia akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi negara yang lebih maju.