Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan kesiapan pemerintah daerah mengawasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki maksud baik saat menyatakan banyak oknum diduga menjadi penyusup yang menyalahgunakan program MBG.

>>> KPK Jadwalkan Pemeriksaan Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Suap Muara Enim

"Pak presiden ingin program ini berjalan dengan baik, karena tujuannya pemenuhan gizi anak-anak sekolah.

Gizi terpenuhi, anak-anak belajar di sekolah nalar dan ilmunya pasti akan lebih baik," kata Bobby di Medan, Rabu (15/7).

Bobby menilai pengawasan diperlukan agar tujuan utama MBG meningkatkan kualitas gizi anak sekolah tercapai tanpa gangguan penyimpangan di lapangan.

"Jadi tujuan itu tidak terlaksana karena ada gangguan-gangguan seperti pelaksanaan di SPPG-nya melenceng," urainya.

Ia menilai wajar jika pemerintah daerah diminta ikut mengawasi SPPG. Sebab, penyimpangan bisa membuat manfaat program tidak optimal.

"Ya, sangat wajar sekali lah kami pemerintah daerah diminta presiden untuk mengawasi. Kalau SPPG-nya nakal kami diperbolehkan menegur, mengkoreksi, bahkan kalau ada sekolah request menu, biasanya dikasih.

Jadi, saya rasa hal itu baik sekali," paparnya.

Terkait SPPG yang diduga melakukan penyimpangan, Bobby mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan data dan laporan dari berbagai daerah.

Sebelum libur sekolah, terdapat beberapa SPPG yang teridentifikasi bermasalah, tidak hanya soal makanan tetapi juga pengelolaan limbah.

"Untuk SPPG yang melakukan penyimpangan, datanya update terus.

>>> Pulang ke Oslo, Timnas Norwegia Disambut 100 Ribu Suporter

Setahu saya, sebelum libur sekolah kemarin ada SPPG yang sedikit bermasalah, bukan hanya makanan tapi juga masalah limbah," terangnya.

Pemerintah Provinsi Sumut telah menyampaikan temuan tersebut kepada kepala daerah di kabupaten dan kota, serta berkoordinasi dengan pengelola SPPG untuk perbaikan.