Laga semifinal Piala Dunia antara Argentina dan Inggris di Georgia pada Kamis (16/7/2026) dini hari diwarnai pernyataan bernuansa politik dari Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel.

Melalui unggahan di media sosial X, Villarruel menyebut Inggris sebagai "bajak laut yang merebut kekuasaan" dan menilai duel melawan Inggris memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan sepak bola.

>>> Thomas Tuchel: Inggris Siap Hadapi Argentina yang Penuh Emosi di Semifinal Piala Dunia

"Besok kita bermain melawan bajak laut yang merebut kekuasaan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa.

Melawan Inggris selalu ada sesuatu yang lebih. Ini Malvinas, ini Diego, ini pertandingan terakhir Leo (Messi).

Maju Argentina, karena sampai napas terakhir kita akan merebut apa yang menjadi milik kita," tulis Villarruel melansir Mirror, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan tersebut merujuk pada sengketa Kepulauan Falkland (Malvinas) yang memicu perang antara Argentina dan Inggris pada 1982.

Konflik tersebut menewaskan lebih dari 900 orang dan hingga kini masih menjadi isu sensitif dalam hubungan kedua negara.

Komentar Villarruel muncul di tengah sorotan terhadap rivalitas historis Argentina dan Inggris menjelang pertandingan semifinal yang akan menentukan satu tempat di final menghadapi Spanyol.

Pelatih Scaloni: Sepak Bola Harus Dipisahkan dari Konflik

Pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni menegaskan bahwa pertandingan seharusnya tidak dikaitkan dengan konflik politik maupun sejarah perang.

>>> APINDO: ION Jadi Solusi Percepat Digitalisasi UMKM

Menurutnya, sepak bola dan tragedi kemanusiaan merupakan dua hal yang harus dipisahkan.

"Ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan hal-hal tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu," ujar Scaloni.

Pelatih berusia 48 tahun itu menyebut Perang Falkland merupakan bagian yang menyedihkan dalam sejarah Argentina, namun tidak semestinya dijadikan bagian dari pertandingan yang dimainkan generasi pemain saat ini.

"Itu adalah masa yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami dan kami tentu mengenangnya. Namun mencampuradukkan perang dengan pertandingan sepak bola adalah hal yang keliru," katanya.

Scaloni juga mempertanyakan keterkaitan para pemain saat ini dengan peristiwa yang terjadi lebih dari empat dekade lalu.

"Apa hubungannya para pemain sekarang dengan kejadian bertahun-tahun yang lalu? Kami menghormati mereka yang gugur dalam perang, tetapi sepak bola harus dipisahkan dari konflik tersebut," ujar Scaloni.

>>> Herdman Puji Kekuatan Timnas Indonesia Usai Sepekan TC di Bali

Argentina akan menghadapi Inggris untuk memperebutkan tiket ke final Piala Dunia, sementara Spanyol telah lebih dulu memastikan tempat di partai puncak setelah mengalahkan Prancis pada semifinal lainnya.