Penampilan gemilang Erling Haaland di lapangan hijau selalu memukau. Striker Timnas Norwegia setinggi 196 cm itu telah mengoleksi 62 gol dalam 54 penampilan untuk negaranya.

Di Piala Dunia FIFA 2026, ia mencetak tujuh gol hanya dalam empat pertandingan. Namun, di balik ketajamannya, tersembunyi pola makan ekstrem: 6.000 kalori per hari.

>>> Google Images Rayakan 25 Tahun dengan Tampilan Baru dan Fitur AI

Angka itu jauh di atas asupan normal. Sebagai perbandingan, Pedoman Diet Amerika merekomendasikan 1.600 hingga 3.000 kalori per hari untuk kebanyakan orang.

Untuk membakar 6.000 kalori, rata-rata orang harus berlari selama 6-7,5 jam atau lompat tali 5-6 jam.

Namun, Haaland bukan manusia biasa.

Pola Makan Leluhur Haaland

Pemain Manchester City ini menerapkan konsep diet leluhur (ancestral diet). Pola makan ini menghindari makanan ultra-olahan, gula rafinasi, dan minyak biji industri.

Sebaliknya, ia mengutamakan makanan utuh alami. Salah satu prinsipnya adalah filosofi "nose-to-tail eating", yaitu mengonsumsi seluruh bagian hewan.

Menu harian Haaland meliputi jantung dan hati sapi, madu murni, ikan kakap, asparagus, serta nasi goreng telur.

>>> Spotify Hadirkan Fitur Percakapan untuk Pengguna Premium

Semua itu terungkap dalam film dokumenter Haaland: The Big Decision pada 2022.

Manfaat dan Risiko Diet Haaland

Dari sisi positif, makanan utuh dan segar lebih baik daripada olahan. Jeroan kaya zat besi, protein, dan vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K.

Namun, diet ini menyimpan risiko. Jeroan tinggi kolesterol dan lemak jenuh yang bisa memicu penyakit kardiovaskular.

Konsumsi berlebih juga berpotensi menyebabkan keracunan zat besi dan vitamin A.

Selain itu, jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu asam urat. Beberapa penelitian juga mengaitkannya dengan penyakit hati berlemak dan kanker kandung kemih.

Perlu diingat, pola makan yang cocok bagi megabintang sepak bola dengan kebutuhan fisik raksasa belum tentu aman ditiru.

>>> Kombinasi Perawatan Ketiak untuk Hasil Lebih Optimal

Jika ingin mengadopsi pola makan sehat, jaga keseimbangan nutrisi dan sesuaikan kalori dengan aktivitas harian.