Korban tewas akibat bentrokan antara dua kelompok pemuda di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi tiga orang pada Sabtu (18/7) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 Wita di wilayah Desa Narasosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak.

>>> Prediksi Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra membenarkan bahwa bentrokan fisik antara pemuda dari dua desa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

"Bentrokan antara kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak terjadi sekitar jam 6 lewat Sabtu pagi, dan ada tiga orang meninggal dunia," ujar Adhitya saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, penyebab bentrokan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Penyebab masih dalam lidik, belum diketahui secara pasti," katanya.

>>> Menelusuri Museum Wayang yang Tak Lagi dalam Bayang-bayang

Polisi telah menambah personel dari Polres Flores Timur untuk mengamankan lokasi dan mengantisipasi bentrokan susulan.

Personel tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 Wita.

Kendala pengiriman pasukan dari Larantuka ke Adonara adalah harus menggunakan transportasi laut karena lokasi berada di Pulau Adonara.

Identitas dan penyebab kematian para korban masih dalam proses identifikasi.

>>> Warga Perbatasan Kaltara Ancam Pindah ke Malaysia karena Terabaikan

Informasi yang dihimpun menyebutkan selain korban jiwa, belasan rumah juga turut dibakar dalam bentrokan tersebut.