Sebuah kisah asmara yang berujung maut kembali mengguncang publik. Kasus pembunuhan yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura berinisial MZ (26) terhadap kekasihnya, AS (26), di Denpasar, Bali, terus menyita perhatian. Proses hukum yang bergulir kini mengungkap fakta-fakta baru yang tidak hanya tragis, tetapi juga mencekam.
 
Terbaru, penyelidikan kepolisian berhasil membongkar tabir kelam bahwa pelaku sempat dengan dingin mengajak kekasih barunya untuk menginap di lokasi yang sama, tepatnya di kamar sebelah dari tempat jasad korban disembunyikan. Fakta ini menambah lapisan horor pada kasus yang bermula dari konflik rumah tangga di sebuah kamar kos ini.
 

Kronologi Maut: Dari Konflik Asmara hingga Tindakan Brutal

Sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya, MZ diduga kuat sebagai pelaku yang merenggut nyawa AS, seorang wanita muda asal Tegal, Jawa Tengah. Insiden tragis ini terjadi di sebuah kamar kos yang terletak di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar, Bali. Lokasi yang seharusnya menjadi tempat istirahat yang aman, justru berubah menjadi saksi bisu sebuah tindakan kejam.
 
Berdasarkan hasil penyelidikan Polresta Denpasar, motif di balik aksi biadab ini diduga kuat berakar dari persoalan hubungan asmara yang tidak sehat. Kapolrestabes Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, dalam keterangannya pada Sabtu (18/7/2026), menyebutkan bahwa motif sementara yang teridentifikasi adalah "sakit hati".
 
Namun, rasa sakit hati tersebut tidak seharusnya berujung pada hilangnya nyawa. MZ diduga melakukan penganiayaan berat terhadap korban. Dengan cara yang terencana dan brutal, pelaku mencekik leher korban hingga menyebabkan kematian.
 
"Kalau motifnya sementara seperti itu, sakit hati. Dan dia melakukan penganiayaan dengan melakukan pencekikan terhadap korban kurang lebih selama 15 menit," ungkap Kombes Pol Leonardo David Simatupang, menegaskan kekejaman aksi yang dilakukan pelaku dalam rentang waktu yang terasa begitu lama bagi sang korban.
 
Fakta ini juga diperkuat oleh pengakuan keluarga korban. Adik dari almarhum AS sebelumnya sempat membongkar tabiat kelam MZ, menyebutkan bahwa WNA Singapura tersebut memiliki kebiasaan tidak setia dan kerap bermain mata dengan wanita lain, yang diduga menjadi pemicu utama pertengkaran fatal tersebut.