Ahli forensik digital Josua Sinambela mengungkapkan dugaan plagiarisme dalam disertasi doktor Roy Suryo di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Melalui akun Facebook pribadinya, Josua mengaku telah menelusuri disertasi Roy Suryo menggunakan sejumlah perangkat pendeteksi plagiarisme.

>>> Bukan AI, Kyuhyun Super Junior Berubah Cantik dengan Makeup Wanghong di Cina

"Terdapat dugaan kuat bahwa disertasi Saudara RS merupakan hasil plagiarisme. Hal ini didasarkan pada hasil pengujian dari berbagai perangkat deteksi plagiarisme dan turnitin," tulis Josua.

Ia juga menyoroti status kemahasiswaan Roy Suryo yang dinilai melanggar Peraturan Rektor karena berstatus sebagai terpidana berkekuatan hukum tetap.

Josua menemukan indikasi bahwa sebagian besar materi dalam disertasi tersebut diduga mengacu pada karya ilmiah dari jenjang pendidikan yang lebih rendah.

"Berdasarkan hasil penelusuran, materi yang diduga diplagiasi justru mayoritas berasal dari skripsi dan penelitian dengan jenjang akademik yang lebih rendah," lanjut dia.

Selain plagiarisme, Josua juga menduga disertasi itu tidak sepenuhnya disusun secara mandiri.

>>> Momen Inggris Permalukan Prancis 3-1 di Piala Dunia

"Ada dugaan kuat mengenai keterlibatan pihak ketiga dalam pengolahan data, bahkan validitas surveinya pun diragukan," bebernya.

Ia mempertanyakan kelengkapan dokumen penelitian, khususnya terkait survei di BPJS yang menjadi objek penelitian.

"Hal ini diperkuat dengan tidak adanya surat izin atau tanda terima resmi dari pihak BPJS selaku objek penelitian.

Berbeda dengan standar penelitian di UNJ yang mewajibkan lampiran surat izin survei resmi dari lembaga terkait," terangnya.

>>> Ketum Kesthuri Kembali Gugat KPK soal Penggeledahan

"Saudara RS hanya melampirkan surat keterangan yang dibuatnya sendiri tanpa tujuan instansi BPJS yang jelas," pungkasnya.