Bentrok antarwarga kembali terjadi di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7) pagi.

Konflik yang dipicu sengketa lahan ulayat antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak itu menelan korban jiwa dan kerusakan parah.

>>> Andry Hakim Pertahankan Kepemilikan 5,07% di CBRE Jelang Rights Issue

Berdasarkan data terbaru, satu orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Empat orang lainnya mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, tiga di antaranya perempuan yang kini menjalani perawatan intensif.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan ada empat pasien yang masuk ke puskesmas. "Satu dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya yang merupakan perempuan masih dirawat.

Kondisinya kemungkinan akan kami rujuk karena luka yang cukup serius," ujarnya.

Amuk massa juga menghanguskan sedikitnya 12 bangunan, terdiri dari rumah tinggal, kios, dan apotek. Puing-puing berserakan di perbatasan kedua desa menjadi bukti memanasnya konflik yang sempat mereda.

Situasi makin mencekam saat suara ledakan keras terdengar berulang kali di tengah bentrokan. Ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan yang digunakan dalam pertikaian.

>>> Gus Nur Klaim Pernah Ditawari Rp3 Miliar untuk Akui Ijazah Jokowi Asli

Seorang saksi mata, Azhari, menceritakan warga panik dan menyelamatkan diri ke arah perkebunan setelah mendengar ledakan sebelum api membesar.

Peristiwa ini terjadi beberapa minggu setelah aparat memusnahkan ratusan senjata api rakitan milik warga pada awal Juli lalu sebagai simbol perdamaian.

Mediasi yang digagas pemerintah daerah diharapkan mampu menjadi penengah, namun api permusuhan belum sepenuhnya padam.

Akibat insiden ini, arus lalu lintas di Jalan Trans Adonara lumpuh total karena dijadikan medan pertempuran.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya.

>>> Tips Memilih Pinjaman Usaha agar Tidak Membebani Keuangan

"Percayakan penanganan sepenuhnya kepada Polres Flores Timur. Mari kita jaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama mewujudkan Flores Timur yang aman, damai, dan kondusif," ujarnya.