Eks Guru Besar IPB Datangi Bareskrim Terkait Kasus Sengketa Lahan
Mantan Guru Besar IPB, Profesor Ing Mokoginta, mendatangi Bareskrim Polri pada Kamis (9/7) untuk meminta kepastian hukum terkait kasus sengketa lahan miliknya.
Dalam kunjungan tersebut, Ing didampingi tim hukum dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP, Wiradarma Harefa.
>>> Jenazah Ali Khamenei Tiba di Mashhad, Jadwal Pemakaman Mundur
Wiradarma mengatakan kedatangan kliennya untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan mafia tanah yang telah bergulir sejak 2017 di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.
"Laporan ini sudah sejak 2017, sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas.
Sekarang Prof Ing masih mencari keadilan terkait tanah yang menjadi korban mafia tanah di Sulawesi Utara," jelasnya.
Selain menanyakan perkembangan laporan, Wiradarma mengatakan kliennya juga berencana melaporkan pihak-pihak yang masih menguasai tanah milik keluarga tanpa dasar hukum.
Ia mengaku masih ada yang bersikukuh menempati lahan kliennya meskipun sertifikat hak milik (SHM) telah dibatalkan berdasarkan Putusan PTUN Manado Nomor 40/G/2017/PTUN.
MDO yang berkekuatan hukum tetap.
>>> Prediksi Line Up Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Putusan tersebut telah ditindaklanjuti oleh BPN Kota Kotamobagu dan Kanwil BPN Sulawesi Utara dengan mencabut SHM yang diterbitkan atas nama pihak tersebut.
"Karena mereka sudah tidak memiliki dasar hukum untuk menempati tanah setelah sertifikat yang mereka miliki dibatalkan," ujarnya.
Ing menyampaikan curahan hatinya setelah menunggu penyelesaian perkara selama hampir sembilan tahun. Ia berharap kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum.
"Perkara kami ini sudah lima tahun berjalan di Polda Sulut dan empat tahun di Mabes Polri. Sampai sekarang belum selesai.
Sekalipun semua bukti, keterangan saksi, maupun fakta kronologis tindak pidana sudah jelas," ujarnya.
"Kami hanya meminta hak kami sebagai warga negara, yaitu kepastian, keadilan, dan jawaban. Kami masih percaya hukum, masih percaya adanya keadilan.
>>> Sayembara Rp20 Juta untuk Erlan, Penyidik 'Hellboy' Pakai Dana Pribadi
Namun kami juga manusia biasa yang punya batas kemampuan, kekuatan, kesabaran, dan usia," pungkasnya.
Update Terbaru
Aktor China Xu Peng Banting Setir Jual Sayur gegara AI
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Lenovo Hentikan Handheld Retro G02 yang Dijual dengan ROM Ilegal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
id Software Punya Rencana Game Co-op Doom, Perfect Dark Baru, dan Cyberpunk ala John Wick Sebelum PHK Massal
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Trump Gunakan Rencana 1925 untuk Legalkan Monumen di Washington
Kamis / 09-07-2026, 18:28 WIB
Solo Leveling: Karma Rilis Trailer Cerita dan Pertarungan
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Rahm Emanuel Peringatkan Israel soal Isolasi Diplomatik Akibat Perang Gaza
Kamis / 09-07-2026, 18:24 WIB
Bus MTA Tabrak Gedung di Maryland, 33 Orang Terluka
Kamis / 09-07-2026, 18:23 WIB
Hakeem Jeffries Abaikan Potensi Tantangan Kepemimpinan dari Kandidat Progresif
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB
Tom Hanks Rayakan Ulang Tahun ke-70, Karier Akting Tetap Bergelora
Kamis / 09-07-2026, 18:22 WIB
Heidi Klum Tolak Tren Penurunan Berat Badan Hollywood, Pilih Tubuh Berisi
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Pilot Bunuh Diri Lompat dari Pesawat, Tinggalkan Murid di Argentina
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Comeback Argentina vs Mesir Cetak Rekor Pencarian Google
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Digempur AS, Kereta Teheran ke Kota Pemakaman Ali Khamenei Mandek
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB
Prabowo Sampaikan Bela Sungkawa atas Gugurnya 3 Polisi saat Gerebek Narkoba di Kalteng
Kamis / 09-07-2026, 18:21 WIB







