Sebanyak 29 akademisi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026.

Mereka menampilkan tari klasik perdana di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Bali.

>>> Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Perangkat Spatial Computing

Ketua Departemen Pendidikan Seni Tari FBSB UNY, Kusnadi, menjelaskan bahwa tiga repertoar dibawakan dengan pakem masing-masing.

Pertama, tarian edan-edanan yang terinspirasi dari Abdi Dalem Keraton Jogja, kedua Tarian Bedoyo Langen Kusumo yang merupakan tarian upacara adat Keraton, dan ketiga tari klasik yang digarap menggunakan basic tari Beksan Menak.

Setiap gerakan dalam tari klasik ini memiliki makna tersendiri. Tarian edan-edanan atau gila-gilaan dibawakan secara riuh untuk menolak bala.

Sementara Tarian Bedoyo yang sakral dikemas untuk menggambarkan cerita islami.

Visual panggung dibagi dalam tiga sesi: sesi pertama dengan 10 penari, sesi kedua tujuh penari, dan sesi terakhir 12 penari.

>>> Busi Motor Bermasalah Bikin Konsumsi BBM Boros, Ini Penjelasannya

Seluruh koreografi dipersiapkan melalui latihan intensif selama satu bulan di sela kesibukan ujian mahasiswa.

Kusnadi berharap PKB dapat terus konsisten dilaksanakan dan UNY selalu bisa mengisi panggung festival di tahun-tahun mendatang.

Salah satu penari, Putri Latifah, mahasiswa semester 4 UNY, mengaku bangga bisa terpilih memeriahkan festival bergengsi ini.

PKB 2026 tidak hanya melibatkan seniman lokal Bali, tetapi juga dari berbagai provinsi hingga mancanegara.

>>> Asing Borong Saham EMAS Rp 945 Miliar pada Sesi I di BEI

Ajang yang berlangsung 13 Juni hingga 11 Juli 2026 ini bertujuan melestarikan seni Bali sekaligus menjadi wadah pertukaran budaya antar-daerah.