Pelatih tim nasional Afrika Selatan Hugo Broos mengecam keputusan FIFA yang menjatuhkan sanksi larangan bertanding tiga pertandingan kepada gelandang veteran Themba Zwane.

Sanksi ini dijatuhkan menjelang laga krusial Grup A Piala Dunia 2026 melawan Republik Ceko di Atlanta, Amerika Serikat.

in1

>>> 10 Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar pada 2026

FIFA memperpanjang hukuman Zwane setelah pemain tersebut menerima kartu merah langsung akibat dinilai melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain Meksiko Roberto Alvarado pada laga pembuka.

Hukuman berat ini membuat gelandang serang kelahiran 1989 itu dipastikan absen dalam sisa pertandingan fase grup, termasuk laga melawan Korea Selatan, serta babak gugur pertama jika Afrika Selatan berhasil lolos.

Protes Hugo Broos

Menanggapi hukuman tersebut, Hugo Broos menyatakan ketidakpuasannya dan membandingkan insiden tersebut dengan pelanggaran bintang Argentina Lionel Messi yang lolos dari tinjauan VAR saat melawan Aljazair.

"Saya pikir kartu merah itu berlebihan. Saya melihat tayangan ulang, dan saya tidak menganggap itu kartu merah.

Ketika saya melihat apa yang terjadi kemarin dengan Messi, saya tidak setuju, tentu saja tidak," kata Broos.

"Ketika Anda melihat situasinya, pemain Meksiko memblokir pemain saya, dan Themba mencoba melewatinya, lalu meletakkan lengannya di bahunya.

Itu saja yang dia lakukan. Dia tidak melakukan itu.

Dan Anda mendapat kartu merah untuk itu, dan kemudian skorsing tiga pertandingan? Maaf, tapi ini terlalu berat," tambahnya.

Pihak manajemen tim nasional Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan tinggal diam menerima keputusan sanksi berlapis terhadap gelandang andalan mereka tersebut.

Ketidakhadiran Zwane menjadi pukulan telak bagi skuad Bafana Bafana yang saat ini berada di posisi bawah klasemen Grup A setelah menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada pertandingan pertama.