Toyota Motor Corporation menolak beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni. Perusahaan berkomitmen mempertahankan keragaman teknologi dan lapangan kerja industri.

Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Bos Toyota, Akio Toyoda, pada Rabu (17/6). Ia menegaskan bahwa mobil harus dirancang menyenangkan dari desain, suara, hingga sensasi berkendara.

in1

>>> Wuyang Honda Luncurkan Skutik Petualang HooRide 125 di China

"Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ujar Toyoda.

Meski menolak mobil listrik murni, Toyota tetap mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Perusahaan terus menggarap kendaraan hidrogen, fuel cell, dan mesin pembakaran berbasis hidrogen.

Toyoda juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap arah industri global. "Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya," katanya.

>>> Gibran Ajak Generasi Muda Kuasai AI untuk Indonesia Emas 2045

Untuk mengantisipasi dominasi mobil listrik, Toyota mempertahankan lini mobil performa tinggi. Model seperti GR Yaris hybrid, MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo tetap diproduksi.

Keputusan ini juga didasari keinginan melindungi tenaga kerja di sektor pemasok mesin konvensional. "Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan bahwa saya menyukai aroma, suara, dan mesin.

Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya.

>>> Republik Ceko Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Saya merasa sangat sendirian," kata Toyoda.