Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak para pelajar, guru, dan orang tua untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah ini dinilai penting sebagai persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

in1

>>> Republik Ceko Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Melalui tayangan video di akun YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia pada Rabu (17/6/2026), Gibran menegaskan pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap AI sebagai teknologi masa depan.

"Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyampaikan bahwa AI bukan lagi masa depan, AI adalah hari ini. Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekedar menjadi penonton.

Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut," ujar Gibran.

Gibran berpendapat bahwa transformasi digital telah menggeser pemahaman mengenai literasi.

Fokus yang semula berada pada kemampuan baca tulis kini bergeser pada pentingnya penguasaan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan AI dinilai mampu menjadi alat bantu bagi pelajar untuk mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan serta meningkatkan efektivitas belajar.

"Oleh sebab itu, kepada adik-adik pelajar, saya ingin kalian memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas," kata Gibran.

Kecerdasan buatan dapat difungsikan sebagai asisten pribadi untuk mempermudah proses belajar, mencari data, mendalami bahasa asing, hingga menyederhanakan materi pelajaran yang rumit.

"AI bisa membantu mengejar ketertinggalan kita, namun penguasaan teknologi ini tidak boleh membuat kita kehilangan daya kritis," ujar Gibran.

Gibran mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan teknologi ini demi memicu kreativitas dan inovasi, bukan untuk menggantikan proses berpikir mandiri.

"Gunakan AI untuk memicu kreativitas, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kalian sendiri," kata Gibran.