Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar program OB Van Teman FM Goes to School di SMP Negeri 2 Ciseeng pada Kamis.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi pelajar mengenai literasi digital dan dunia penyiaran.

>>> Susunan Pemain Ceko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor Bambang Widodo Tawekal mengatakan program tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mengenalkan perkembangan media komunikasi kepada pelajar sejak dini.

Menurut Bambang, radio tetap memiliki peran penting sebagai media informasi, edukasi, dan komunikasi yang relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Melalui program OB Van Goes to School, kami ingin mengenalkan kembali peran penting radio sebagai media informasi, edukasi, dan komunikasi yang tetap relevan di tengah perkembangan teknologi digital," ujar Bambang.

Para siswa diperkenalkan pada proses penyiaran radio, produksi konten, hingga peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat.

Selain mengenalkan Radio Teman FM sebagai radio milik Pemerintah Kabupaten Bogor, kegiatan ini dirancang interaktif agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

>>> Brimob Sterilkan Venue dan Jalur Akses Jelang Pesparawi Nasional 2026

Bambang menambahkan program ini juga menjadi sarana kolaborasi antara Diskominfo dengan dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan karakter, kreativitas, serta kemampuan literasi digital pelajar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat mendorong generasi muda Kabupaten Bogor menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi dan informasi.

Kepala SMP Negeri 2 Ciseeng Siti Rahmayanti mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk mengenal dunia komunikasi dan penyiaran secara langsung.

"Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi siswa untuk lebih berani berkomunikasi, kreatif, dan percaya diri dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki," ujar Siti.

>>> Dilema Politik Harga Murah di Tengah Pelemahan Rupiah

Menurut dia, metode pembelajaran interaktif membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan di era digital.