Disinformasi Tak Bisa Lagi Dibebankan ke Pengguna, Platform Digital Harus Bertanggung Jawab
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Mediodecci Lustarini menyatakan bahwa beban mengatasi disinformasi tidak bisa lagi dibebankan kepada masyarakat sebagai pengguna.
Hal ini disampaikan dalam diskusi yang diselenggarakan MASTEL bersama BBC bertajuk “Building Healthy Information Environments: Collaborative Responses to Disinformation in the Digital Age” di Jakarta, Kamis.
>>> Mengapa Dorongan Scrolling Media Sosial Sulit Dihentikan
Menurut Mediodecci, disinformasi telah menjadi tantangan bersama bagi pengguna, pemerintah, dan khususnya platform digital.
Platform digital tidak hanya menyediakan ruang berbagi konten, tetapi juga menghadirkan algoritma AI yang menciptakan echo chamber dan memonetisasi konten.
"Saat kita menghadapi disinformasi, yang perlu kita lihat sudah bukan lagi bagaimana kita membangun literasi digital untuk para pengguna saja.
Tapi bagaimana platform digital memenuhi tanggung jawabnya untuk memperlihatkan bagaimana algoritma mereka bekerja," kata Mediodecci.
Pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada literasi digital dan regulasi ruang digital, tetapi juga menekankan kepastian hukum yang menitikberatkan pada tanggung jawab platform digital.
Dosen dan peneliti di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UGM Novi Kurnia menambahkan bahwa tidak adil jika masyarakat terus-menerus dibebani untuk cerdas secara digital.
Di tengah perkembangan AI yang cepat, diperlukan peran pemerintah dalam regulasi dan peran platform digital dalam moderasi konten yang lebih efisien.
>>> Dedi Mulyadi Optimistis Badai PHK di Jabar Terimbangi Investasi
"Pemerintah harus meregulasi dengan lebih baik, dan platform digital harus membuat atau memoderasi konten dengan lebih apik lagi.
Jadi tidak semua dibebankan kepada pengguna. Inilah masalah yang terjadi saat ini," kata Novi.
Novi yang aktif dalam kegiatan literasi digital seperti SIBERKREASI menyarankan pendekatan yang lebih adaptif dan sesuai kebutuhan masyarakat dalam meregulasi disinformasi.
Update Terbaru
BPS Terjunkan 4.082 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di DIY
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Takefusa Kubo Cedera Lutut Kiri, Jepang Khawatir di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Empat Zona Tematik
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Baca Preview Lookism Chapter 613 Bahasa Indonesia, Ending Bikin Penasaran!
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Avrist Assurance Perkuat Distribusi Digital Lewat Kolaborasi Ekosistem
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Welber Jardim Minta Timnas Indonesia U-19 Petik Pelajaran Berharga
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Republik Ceko Ungguli Afrika Selatan di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya untuk Dalami Permohonan Justice Collaborator
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Dokter Sarankan Weightlifting Fokus Perkuat Seluruh Otot untuk Cegah Cedera
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Presiden Prabowo Minta Himbara Perluas Manfaat Ekonomi untuk Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
OJAO 2026 Jadi Ajang Pembinaan 108 Pegolf Amatir Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih Kepala
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB






