Keinginan untuk terus menggulirkan layar media sosial sering kali terasa sulit dikendalikan. Aktivitas yang awalnya hanya beberapa menit bisa berubah menjadi durasi yang jauh lebih lama tanpa disadari.

Fenomena ini tidak sekadar berkaitan dengan rendahnya kemampuan menahan diri.

>>> Dedi Mulyadi Optimistis Badai PHK di Jabar Terimbangi Investasi

Otak manusia memiliki mekanisme tersendiri dalam merespons rasa ingin tahu, kepuasan instan, validasi sosial, serta kejutan dari konten digital.

Social Snacking dan Konsumsi Pasif

Salah satu konsep psikologi yang memengaruhi perilaku kompulsif ini adalah social snacking.

Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan memantau foto, pembaruan status, atau cerita pengguna lain secara pasif tanpa interaksi nyata.

Aktivitas pasif ini memberikan kesan semu seolah-olah pengguna sedang membangun hubungan sosial. Sistem saraf manusia tetap memproses stimuli wajah dan emosi dari layar layaknya interaksi sosial nyata.

Namun, interaksi sosial digital ini kekurangan elemen hubungan timbal balik dua arah.

Ketiadaan respons langsung membuat rasa terhubung hanya bertahan sesaat dan berisiko meningkatkan rasa sepi setelah aktivitas berhenti.

>>> Menko IPK AHY Tekankan Percepatan Rekonstruksi Infrastruktur Pascagempa Palu

Analisis dari European Commission’s Joint Research Centre pada 2024 menunjukkan konsumsi konten secara pasif memperparah rasa kesepian anak muda.

Sebaliknya, komunikasi aktif seperti berkirim pesan langsung tidak berkaitan signifikan dengan peningkatan rasa sepi.

Hubungan Parasosial dan Desain Platform

Faktor lain yang mendorong perilaku ini adalah parasocial relationship atau hubungan satu arah dengan figur publik.

Hubungan searah ini memicu kepuasan sementara yang cepat memudar, sehingga pengguna terdorong mencari pemenuhan ulang melalui konten berikutnya.

Siklus pencarian kepuasan tersebut menyerupai mekanisme variable reinforcement yang biasa memicu ketergantungan.

Kondisi ini diperkuat oleh fitur bawaan platform seperti pasokan konten tanpa batas, algoritma kurasi, dan notifikasi konstan.

>>> Pemerintah Cermati Dampak Perdamaian AS-Iran terhadap Harga BBM

Dorongan untuk terus membuka aplikasi merupakan hasil perpaduan antara rancangan teknis platform dengan respons alami psikologi manusia. Kombinasi inilah yang membuat kebiasaan scrolling sulit dihentikan.