Pemerintah Cermati Dampak Perdamaian AS-Iran terhadap Harga BBM

Pemerintah masih mencermati dampak kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terhadap penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis nonsubsidi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan.
>>> Real Madrid Resmi Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea dengan Harga Rp1 Triliun
"Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan dampak perdamaian terhadap harga BBM tidak terjadi secara otomatis. Pemerintah perlu melihat implementasi dari perjanjian tersebut.
"Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," ujar dia.
Terkait waktu yang dibutuhkan hingga harga BBM nonsubsidi turun, Airlangga mengatakan hal itu bergantung pada pendistribusian pasokan minyak yang sedang berjalan.
>>> Sembilan Tim Lolos ke Grand Final FFNS 2026 Fall
"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ucapnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan pemerintah menyambut positif perdamaian AS-Iran. Perdamaian kedua negara tersebut diharapkan memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional.
"Dan kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju, apalagi tadi disampaikan juga dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga pemerintah Iran, harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS per barel) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita," kata Rosan usai mengikuti pengarahan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap jajaran direksi dan komisaris bank Himbara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
>>> Bank Indonesia Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit hingga Akhir 2026
Nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran telah ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump secara digital dari jarak jauh pada Kamis dini hari.
Update Terbaru
BPS Terjunkan 4.082 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di DIY
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Takefusa Kubo Cedera Lutut Kiri, Jepang Khawatir di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Empat Zona Tematik
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Baca Preview Lookism Chapter 613 Bahasa Indonesia, Ending Bikin Penasaran!
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Avrist Assurance Perkuat Distribusi Digital Lewat Kolaborasi Ekosistem
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Welber Jardim Minta Timnas Indonesia U-19 Petik Pelajaran Berharga
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Republik Ceko Ungguli Afrika Selatan di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya untuk Dalami Permohonan Justice Collaborator
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Dokter Sarankan Weightlifting Fokus Perkuat Seluruh Otot untuk Cegah Cedera
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Presiden Prabowo Minta Himbara Perluas Manfaat Ekonomi untuk Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
OJAO 2026 Jadi Ajang Pembinaan 108 Pegolf Amatir Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih Kepala
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB






