Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar Tidak Naik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan naik.
Keputusan ini diambil untuk melindungi masyarakat rentan di tengah memanasnya geopolitik global.
>>> Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga di Indramayu Dituntut Hukuman Mati
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat meskipun harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi yang dinamis.
Kebijakan ini sesuai dengan arahan langsung Presiden Republik Indonesia.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa BBM subsidi terdiri dari Pertalite dan Solar subsidi.
"Untuk BBM subsidi ini dipastikan oleh Pak Presiden tidak akan mengalami kenaikan," ujarnya dalam konferensi pers.
Penahanan harga ini bertujuan melindungi kelompok masyarakat yang paling terdampak ketidakpastian ekonomi global. "Sesulit apa pun kondisi geopolitik luar sana, ini yang terus dijaga," tambah Dwi Anggia.
Harga BBM Non-Subsidi Mengikuti Mekanisme Pasar
Di sisi lain, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan produk sejenis telah mengalami penyesuaian naik per Juni 2026.
>>> IHSG Melemah ke 6.172,34, Investor Wait and See dan BI Naikkan Suku Bunga
Pemerintah sempat berdiskusi dengan pelaku usaha untuk menunda kenaikan demi menjaga stabilitas, namun dinamika pasar memaksa penyesuaian.
Menurut Dwi Anggia, negara-negara tetangga sudah lebih dulu mengalami kenaikan.
"Di April kemarin sesuai arahan Presiden, pemerintah masih mencoba menjaga kestabilan ekonomi, makanya sempat ada diskusi untuk mempertahankan harga," jelasnya.
Penentuan harga BBM non-subsidi mengacu pada mekanisme pasar internasional dan diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022.
"Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik, apakah turun, mau tidak mau BBM non-subsidi harus mengikuti harga keekonomian," kata Dwi Anggia.
Saat ini harga minyak dunia mulai menurun setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Hal ini membuka peluang penurunan harga BBM non-subsidi di dalam negeri.
>>> IHSG Anjlok ke Level 6.172, Asing Catat Jual Bersih Rp 111 Miliar
"Ketika harga minyak dunia turun, bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun," pungkas Dwi Anggia.
Update Terbaru
BPS Terjunkan 4.082 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di DIY
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Takefusa Kubo Cedera Lutut Kiri, Jepang Khawatir di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Amazing Toy Show Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Empat Zona Tematik
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Baca Preview Lookism Chapter 613 Bahasa Indonesia, Ending Bikin Penasaran!
Kamis / 18-06-2026, 23:40 WIB
Avrist Assurance Perkuat Distribusi Digital Lewat Kolaborasi Ekosistem
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Welber Jardim Minta Timnas Indonesia U-19 Petik Pelajaran Berharga
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Republik Ceko Ungguli Afrika Selatan di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 23:36 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya untuk Dalami Permohonan Justice Collaborator
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Dokter Sarankan Weightlifting Fokus Perkuat Seluruh Otot untuk Cegah Cedera
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Presiden Prabowo Minta Himbara Perluas Manfaat Ekonomi untuk Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
OJAO 2026 Jadi Ajang Pembinaan 108 Pegolf Amatir Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Hanania Travel
Kamis / 18-06-2026, 23:35 WIB
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih Kepala
Kamis / 18-06-2026, 23:33 WIB






