Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172,34 pada perdagangan Kamis (18/6/2026).

Pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor yang mencermati sentimen global dan domestik.

>>> IHSG Anjlok ke Level 6.172, Asing Catat Jual Bersih Rp 111 Miliar

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Indonesia, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan investor cenderung wait and see menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berakhir Kamis.

Alrich menambahkan, secara total BI telah menaikkan suku bunga 100 basis poin dan menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025.

Meski bursa saham tertekan, nilai tukar rupiah justru menguat 0,16 persen ke posisi Rp17.710 per dolar AS.

>>> Prabowo Tidak Instruksikan Bank Himbara Tahan Kenaikan Suku Bunga

Di kancah global, pelaku pasar juga memantau perkembangan kesepakatan awal perdamaian antara AS dan Iran yang memengaruhi persepsi risiko.

Alrich memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.100-6.250.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, juga melihat peluang penguatan indeks masih terbatas.

>>> Meta Hadirkan Fitur Spesial Piala Dunia 2026 di Seluruh Aplikasinya

Nafan memproyeksikan level support IHSG di 6.058 dan 5.917, serta resistance di 6.287 dan 6.516 untuk perdagangan Jumat (19/6/2026).