Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi pembagian dividen tunai dari dua belas emiten yang memasuki periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Langkah korporasi ini menjadi indikator kesehatan kas serta laba perusahaan, sekaligus momentum bagi investor untuk mengoptimalkan total return portofolio saham.

>>> Investor Asing Borong Panda Bonds China Imbas Suku Bunga Rendah

Berdasarkan data yang dihimpun, enam emiten pertama meliputi PT Medela Potentia Tbk (MDLA), PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), dan PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL).

MDLA mengumumkan dividen tunai sebesar Rp176,56 miliar atau Rp12,6 per saham dengan rasio 45 persen dari laba bersih Rp398 miliar.

CHEM membagikan minimal Rp573 juta atau Rp0,33 per saham yang setara 30 persen dari laba bersih entitas induk.

TPIA menetapkan dividen sebesar USD30 juta atau sekitar Rp6,07 per saham, sedangkan SMBR memberikan Rp3,46 per saham atau total Rp34,38 miliar dari laba bersih entitas induk.

IFSH menebar dividen senilai Rp50 miliar atau Rp26 per saham dengan rasio payout 69,3 persen, dan PPGL membagikan dividen final senilai Rp30,46 miliar atau Rp7 per saham.

Periode recording date untuk keenam emiten tersebut telah berlangsung antara 26 Mei hingga 2 Juni 2026.

>>> Cara Praktis Cek PKH 2026 Menggunakan NIK KTP Secara Online

Enam emiten lain yang juga memasuki periode cum dividen pada 17 Juni 2026 adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED).