PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

>>> Inggris Rencanakan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Sepanjang tahun 2025, emiten properti Grup Sinar Mas ini membukukan laba bersih sebesar Rp2,55 triliun.

Dari total keuntungan tersebut, pemegang saham menyepakati alokasi dana cadangan sebesar Rp2 miliar.

Sisa laba sebesar Rp2,54 triliun akan ditahan untuk memperkuat modal kerja dan ekspansi usaha.

Langkah ini diambil manajemen perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah situasi ekonomi global maupun domestik.

Seluruh agenda yang diajukan pengurus dalam RUPST dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah mendapatkan persetujuan penuh dari para pemegang saham.

Direktur Hermawan Wijaya mengatakan, penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis.

>>> Davina Karamoy Diperiksa 6 Jam, Dicecar 30 Pertanyaan soal Hanania Travel

Hal ini untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE.

Di pasar modal, pergerakan saham BSDE berada di zona merah pada perdagangan Kamis (18/6/2026).

Hingga pukul 14.06 WIB, saham BSDE terkoreksi 1,61 persen ke level Rp610.

Volume perdagangan mencapai 12,04 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,43 miliar melalui 1.650 kali frekuensi transaksi.

Meskipun mengalami penurunan harga, valuasi saham emiten ini dinilai menarik.

>>> Netflix Rilis Serial The Boroughs, Misteri Supranatural dari Produser Stranger Things

Saham BSDE saat ini mencatatkan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,29 kali. Rasio price earning ratio (PER) yang disetahunkan mencapai 4,99 kali.